kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.979   87,00   0,49%
  • IDX 6.008   -93,16   -1,53%
  • KOMPAS100 782   -13,24   -1,66%
  • LQ45 590   -8,23   -1,38%
  • ISSI 208   -3,77   -1,78%
  • IDX30 334   -4,44   -1,32%
  • IDXHIDIV20 408   -4,84   -1,17%
  • IDX80 89   -1,56   -1,73%
  • IDXV30 110   -0,91   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,13   -1,05%

Dua faktor ini yang bikin laju inflasi meninggi


Senin, 04 Agustus 2014 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. IHSG Merah Membara, Ini Saham-Saham yang Banyak Dilego Asing, Rabu (22/2)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Inflasi sudah dalam tren melandai. Meskipun begitu bukan berarti inflasi tidak lagi menemui tekanan hingga akhir tahun.

Ekonom Senior PT Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra melihat, inflasi 0,93% yang terjadi pada periode Lebaran adalah hal yang wajar. Dirinya sendiri memperhitungkan total inflasi pada bulan puasa dan Lebaran kurang lebih antara 1,5%-1,6%.

Masih ada dua hal yang menjadi tantangan inflasi ke depan. Pertama, efek kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Meskipun pada inflasi Juli sudah terlihat andil efek kenaikan TDL sebesar 0,06%, namun perlu untuk terus dilihat. "Karena naiknya secara bertahap. Dampaknya perlu diperhatikan," ujar Aldian ketika dihubungi KONTAN di Jakarta, Senin (4/8).

Kedua, masalah cuaca. Dampak fenomena el nino terhadap inflasi yang diprediksi akan terjadi pada bulan-bulan mendatang perlu diwaspadai pula. Meskipun dalam hal ini, dirinya memperkirakan dampak el nino tidak akan signifikan. 

Adapun inflasi bulanan pada bulan Juli mencapai 0,93%. Inflasi tahunannya sendiri pada bulan Juli menurun signifkan menjadi 4,53%. Hal ini sebagai akibat habisnya efek kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) bersubsidi pada Juni 2013 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×