kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.154   10,00   0,06%
  • IDX 7.673   -2,49   -0,03%
  • KOMPAS100 1.062   -0,66   -0,06%
  • LQ45 764   -0,44   -0,06%
  • ISSI 279   1,35   0,49%
  • IDX30 407   0,61   0,15%
  • IDXHIDIV20 492   0,81   0,17%
  • IDX80 119   -0,09   -0,08%
  • IDXV30 138   1,35   0,99%
  • IDXQ30 130   0,12   0,09%

Dua faktor ini yang bikin laju inflasi meninggi


Senin, 04 Agustus 2014 / 19:39 WIB
ILUSTRASI. IHSG Merah Membara, Ini Saham-Saham yang Banyak Dilego Asing, Rabu (22/2)


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Inflasi sudah dalam tren melandai. Meskipun begitu bukan berarti inflasi tidak lagi menemui tekanan hingga akhir tahun.

Ekonom Senior PT Mandiri Sekuritas Aldian Taloputra melihat, inflasi 0,93% yang terjadi pada periode Lebaran adalah hal yang wajar. Dirinya sendiri memperhitungkan total inflasi pada bulan puasa dan Lebaran kurang lebih antara 1,5%-1,6%.

Masih ada dua hal yang menjadi tantangan inflasi ke depan. Pertama, efek kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Meskipun pada inflasi Juli sudah terlihat andil efek kenaikan TDL sebesar 0,06%, namun perlu untuk terus dilihat. "Karena naiknya secara bertahap. Dampaknya perlu diperhatikan," ujar Aldian ketika dihubungi KONTAN di Jakarta, Senin (4/8).

Kedua, masalah cuaca. Dampak fenomena el nino terhadap inflasi yang diprediksi akan terjadi pada bulan-bulan mendatang perlu diwaspadai pula. Meskipun dalam hal ini, dirinya memperkirakan dampak el nino tidak akan signifikan. 

Adapun inflasi bulanan pada bulan Juli mencapai 0,93%. Inflasi tahunannya sendiri pada bulan Juli menurun signifkan menjadi 4,53%. Hal ini sebagai akibat habisnya efek kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) bersubsidi pada Juni 2013 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×