kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Dua dekade Inalum merugi


Kamis, 02 Agustus 2012 / 01:54 WIB
ILUSTRASI. Menabung untuk keperluan Umrah bukanlah hal yang tidak mungkin. Menabung investasi di instrument bunga deposito terbaik menjadi jalan keluarnya.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Kerjasama Indonesia dengan Jepang melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan segera berakhir tahun depan. Ternyata, Indonesia merugi US$ 1,2 miliar dalam dua dekade pertama kerjasama proyek tersebut.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Hadiyanto merinci, dalam dua dekade yakni dari tahun 1982-2003, perusahaan mengalami kerugian dengan akumulasi US$ 1,225 miliar. Baru pada tahun 2004, perusahaan bisa membukukan laba. Namun, masih terdapat sisa akumulasi rugi sampai tahun 2009. Sejak tahun 2010, kinerja keuangan perusahaan terus positif. "Kerugian disebabkan menurunnya permukaan air Danau Toba," jelas Hadiyanto kepada KONTAN, Rabu (1/8).

Selain itu, kata Hadianto, produksi aluminium juga turun dari 250.000 ton per tahun menjadi 185.000 ton per tahun. Selain penurunan produksi, kerugian juga diakibatkan rendahnya harga aluminium di pasar dunia, serta currency mismatch antara mata uang Yen Jepang dengan dollar Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×