kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Draf APBNP 2013 belum juga diserahkan ke DPR


Rabu, 15 Mei 2013 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui layanan fixed broadband IndiHome resmi menjalin kerjasama dengan PT Vidio Dot Com yang menaungi Vidio sebagai platform Over The Top (OTT).


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Meskipun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menjanjikan untuk segera menyerahkan draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 pada Selasa (14/5) kemarin, tetapi hingga kini draf tersebut belum sampai ke pihak Senayan. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Ekonomi Muhammad Sohibul Iman.

“Waktu hari Senin, pak SBY bilang mau menyampaikan (draf) APBNP kemarin (Selasa 14 Mei 2013), tapi ternyata sampai hari ini belum masuk,” kata Sohibul kepada Kontan, Rabu (15/5).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, masing-masing komisi di DPR baru bisa membahas APBNP 2013 setelah drafnya sampai ke DPR dan disampaikan dalam sidang paripurna DPR. Sohibul sendiri mengharapkan pembahasan APBNP 2013 di DPR dapat selesai dalam waktu 1 bulan. Namun kata dia, cepat atau tidaknya pembahasan tersebut tergantung pihak pemerintah dalam menyerahkan draf.

“Kalau dari aturan kan dibahas dalam waktu sebulan. Kalau dari sananya cepat, kami juga akan bergerak cepat,” tegasnya.

Seperti diketahui, awal pekan ini, Presiden SBY dan seluruh pimpinan DPR RI telah menggelar rapat konsultasi untuk membahas rencana APBNP 2013. Selain membahas rencana kenaikan BBM, rapat konsultasi tersebut juga membahas dampak perubahan asumsi makro ekonomi dalam upaya menyelamatkan kondisi fiskal dan APBN. Pemerintah akan menyusun draf RAPBN-P dengan tetap  menjaga defisit tetap di bawah 3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×