kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.759   50,00   0,28%
  • IDX 6.520   1,38   0,02%
  • KOMPAS100 850   1,52   0,18%
  • LQ45 643   1,64   0,26%
  • ISSI 228   -0,55   -0,24%
  • IDX30 360   1,28   0,36%
  • IDXHIDIV20 442   3,36   0,77%
  • IDX80 97   0,16   0,16%
  • IDXV30 123   1,42   1,17%
  • IDXQ30 115   0,59   0,52%

DPR Panggil Pemerintah, Danantara, BI & OJK Bahas Konsolidasi Pertumbuhan Ekonomi 6%


Senin, 31 Agustus 2026 / 13:30 WIB
DPR Panggil Pemerintah, Danantara, BI & OJK Bahas Konsolidasi Pertumbuhan Ekonomi 6%
ILUSTRASI. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro (KONTAN/lydia.tesaloni)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk membahas konsolidasi desain pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Rapat kerja tersebut dilakukan tertutup dan dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/kepala Bappenas Rachmat Pambudy, mewakili  pemerintah, Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Donny Oskaria mewaikili Danantara,  Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, dan pimpinan OJK. 

Pertemuan tersebut membahas sejumlah asumsi makro sekaligus strategi untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027 dapat tercapai. Pembahasan mencakup kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan hingga investasi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro mengatakan, rapat konsultasi tersebut membahas sejumlah asumsi makro RAPBN 2027, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pendapatan negara, belanja negara, defisit hingga investasi.

Baca Juga: BI Ungkap Investasi Mulai Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

"Yang dibicarakan seputar asumsi makro, itu pertumbuhan, terus pendapatan negara, belanja negara, defisit 2027. Tentang investasi, sehingga target pertumbuhan ekonomi kita bisa 6%," ujar Fauzi kepada awak media di DPR, Senin (31/8/2026).

Menurut Fauzi, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi dan menyamakan persepsi antara pemerintah, otoritas moneter, regulator sektor keuangan dan Danantara.

Hal ini diperlukan agar kebijakan yang ditempuh masing-masing lembaga dapat saling mendukung dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi.

"Jadi ya konsolidasi lah, menyamakan persepsi. Baik itu dengan Menteri Keuangan, Gubernur BI dan lainnya," katanya.

Fauzi menambahkan, salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana memastikan rencana investasi senilai Rp 2.322 triliun pada 2027 dapat benar-benar direalisasikan.

Menurutnya, target investasi tersebut harus berjalan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi 6%. Dengan demikian, investasi dapat menjadi salah satu mesin utama untuk mendorong ekspansi ekonomi pada tahun depan.

Baca Juga: Keseimbangan Primer Defisit, Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Dianggap Tak Realistis

"Kita memastikan bahwa itu benar-benar investasi di tahun 2027. Langkah-langkahnya kita pengen semuanya on the track," ujar Fauzi.

Ia menilai terdapat hubungan erat antara investasi dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, target investasi dan pertumbuhan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

"Investasi ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin tinggi investasi, semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi. Nah ini harus jangan dimitkan," katanya.

Fauzi menekankan, jangan sampai target pertumbuhan ekonomi ditetapkan tinggi, tetapi realisasi investasi tidak mampu mengimbanginya. Karena itu, menurut dia, perlu ada sinkronisasi antara target pertumbuhan ekonomi 6% dan investasi Rp 2.322 triliun pada 2027.

Selain investasi, koordinasi juga diperlukan dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan memperdalam pasar keuangan. Menurut Fauzi, seluruh aspek tersebut perlu menjadi bagian dari desain kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Destry Ungkap Peran BI dalam Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Kita pengen melakukan koordinasi dan konsultasi antara satu kementerian dengan kementerian yang lain supaya bersinergi, sesuai dengan tema untuk mewujudkan tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, Danantara turut membahas rencana dan desain investasi yang akan dilakukan pada 2027.

Menurut Dony, pembahasan investasi tersebut berkaitan langsung dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dirancang dalam RAPBN 2027. Pasalnya, investasi merupakan salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi.

"Danantara bahas rencana investasi. Desain investasi yang akan kita lakukan 2027. Kenapa? Karena ini kan dalam rangka untuk pertumbuhan. Salah satu komponen yang paling signifikan dalam pertumbuhan itu investasi," kata Dony kepada awak media di DPR, Senin (31/8/2026)

Dony menyebut desain investasi Danantara menjadi salah satu bagian yang diperhitungkan dalam upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.

Baca Juga: HIPMI Optimistis Ekonomi Indonesia 2027 Bisa Tumbuh 6%, Ini Syaratnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×