kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

DPR minta program KAPET dan KEK dioptimalkan


Rabu, 23 Februari 2011 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Tian Tian, a giant panda walks in the outdoor enclosure at Edinburgh Zoo ,Scotland April 12, 2016.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan program Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diintegrasikan. Sebab, Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto menilai kedua program tersebut masih tumpang tindih.

Airlangga bilang, banyak investor yang tidak mendapatkan fasilitas apapun saat membangun di wilayah KAPET dan KEK. Selain itu, banyak investor mengusulkan perbaikan infrastruktur malah tidak diberikan. "Malah dialihkan ke wilayah yang tidak mengajukan program KAPET," katanya dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, Rabu (23/2).

Airlangga juga mengkritik program pembangunan enam koridor ekonomi. Dia mengatakan, pemerintah sebaiknya mengoptimalkan KAPET dan KEK ketimbang membuat program baru. "Keenam (koridor) tersebut ini pun dasar hukumnya tidak ada dan tidak jelas," ujarnya.

Pemerintah telah berencana membangun enam koridor ekonomi meliputi Papua, Maluku, Nusantara Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papau Barat dan Aceh. Pembangunan enam koridor ekonomi ini bertujuan mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×