kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

DPR minta program KAPET dan KEK dioptimalkan


Rabu, 23 Februari 2011 / 15:18 WIB
ILUSTRASI. Tian Tian, a giant panda walks in the outdoor enclosure at Edinburgh Zoo ,Scotland April 12, 2016.


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan program Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) diintegrasikan. Sebab, Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto menilai kedua program tersebut masih tumpang tindih.

Airlangga bilang, banyak investor yang tidak mendapatkan fasilitas apapun saat membangun di wilayah KAPET dan KEK. Selain itu, banyak investor mengusulkan perbaikan infrastruktur malah tidak diberikan. "Malah dialihkan ke wilayah yang tidak mengajukan program KAPET," katanya dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, Rabu (23/2).

Airlangga juga mengkritik program pembangunan enam koridor ekonomi. Dia mengatakan, pemerintah sebaiknya mengoptimalkan KAPET dan KEK ketimbang membuat program baru. "Keenam (koridor) tersebut ini pun dasar hukumnya tidak ada dan tidak jelas," ujarnya.

Pemerintah telah berencana membangun enam koridor ekonomi meliputi Papua, Maluku, Nusantara Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papau Barat dan Aceh. Pembangunan enam koridor ekonomi ini bertujuan mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×