kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

DPR menolak pemotongan gaji meski produktivitas legislasinya rendah


Senin, 07 Januari 2019 / 18:35 WIB
DPR menolak pemotongan gaji meski produktivitas legislasinya rendah


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produktivitas DPR yang dari tahun ke tahun tidak mengalami peningkatakan malah kemunduran menimbulkan sejumlah kritik dan saran terhadap kinerja dewan. Salah satunya adalah usulan untuk pemotongan gaji DPR yang produktivitas legislasinya rendah.

"Usulan terobosan untuk memberikan sanksi berupa pemotongan gaji jika kinerja rendah," ujar Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karius saat dihubungi kontan.co.id, Senin (7/1).

Namun, usulan tersebut tidak mendapat dukungan dari pihak DPR. Lucius menilai DPR tidak sepakat terhadap usulan tersebut. Padahal persetujuan dari DPR diperlukan untuk efektifnya terobosan tersebut. Pasalnya agar aturan itu efektif perlu ada kebijakan resmi yang dibuat.

Meski begitu, terobosan tersebut perlu untuk terus didorong. "Mereka tak bisa menggunakan uang negara tanpa hasil yang jelas," terang Lucius.

Bekerja dengan penuh tanggung jawab menjadi keharusan bagi anggota DPR. Oleh karena itu Lucius bilang DPR tidak dipilih untuk menghamburkan uang negara. Anggaran itu untuk menghasilkan regulasi dan kebijakan yang penting bagi rakyat. Oleh karena itu fungsi legislasi DPR menjadi penting untuk dijalankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×