kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.883   -52,00   -0,29%
  • IDX 5.839   -57,18   -0,97%
  • KOMPAS100 757   -7,86   -1,03%
  • LQ45 577   -6,86   -1,18%
  • ISSI 202   -0,82   -0,40%
  • IDX30 327   -3,92   -1,18%
  • IDXHIDIV20 403   -4,85   -1,19%
  • IDX80 86   -0,89   -1,02%
  • IDXV30 109   -0,80   -0,73%
  • IDXQ30 105   -1,27   -1,19%

DPR desak BI pangkas suku bunga SBI


Kamis, 11 November 2010 / 17:00 WIB
ILUSTRASI. Petugas Menghitung Uang Kertas Mata Uang Rupiah


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR meminta Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) 3 bulan. Bila suku bunga SBI mulai diturunkan, DPR percaya investor akan mulai beralih berinvestasi di sektor riil.

Asal tahu saja, bunga SBI bertenor enam bulan masih dikisaran 6,75% per Oktober kemarin. Sementara, untuk SBI 9 bulan 6,85%. "Bunga ini masih tinggi harus mulai diturunkan," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Achsanul Qosasih, Kamis (11/11).

Dengan bunga yang tinggi, Achsanul mengatakan, bank-bank sulit menyalurkan kredit. "Akibatnya sektor riil akan sulit berkembang karena dana yang masuk lebih sedikit," jelas Achsanul.

Anggota Komisi XI DPR lainnya, Arif Budimanta sependapat. Menurutnya, iklim usaha Indonesia sudah membaik sehingga BI harus menurunkan suku bunga. "Sudah waktunya bagi BI untuk membuat kebijakan moneter yang mendukung sektor riil," kata Arif.

Salah satu kebijakan itu memang telah dijalankan dengan penghentian lelang SBI jangka pendek. Tapi, menuruntya hal itu masih kurang. "Karena BI juga berperan mendorong kinerja perbankan agar menyalurkan kredit ke sektor riil," tandas Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×