kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

DP 30% Sudah Disetor, Agrinas Borong 105.000 Pikap dari India Nilainya Rp 24,66 T


Rabu, 25 Februari 2026 / 14:53 WIB
DP 30% Sudah Disetor, Agrinas Borong 105.000 Pikap dari India Nilainya Rp 24,66 T
ILUSTRASI. PT Agrinas Pangan Nusantara telah menyetor uang muka 30% untuk 105.000 pikap senilai Rp 24,66 triliun (DOK/Agrinas)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan telah menyetorkan uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% untuk pengadaan 105.000 unit mobil pikap guna mendukung operasional logistik koperasi desa merah putih (KDMP).

Dalam pertanyaan yang dilontarkan media, Joao secara tersirat mengonfirmasi bahwasanya kontrak pengadaan 105.000 pikap tersebut mencapai Rp 24,66 triliun.

Asal tahu saja, Agrinas Pangan telah menandatangani kontrak pembelian 105.000 pikap dari dua pabrikan asal India, yakni Mahindra & Mahindra (M&M) Ltd dan Tata Motors pada 23 Desember 2025 lalu.

Joao menjelaskan, pembayaran DP tersebut dilakukan karena pesanan armada ini merupakan pesanan khusus dari perusahaan.

Baca Juga: DPR Minta Tunda Pengadaan 105.000 Pikap Asal India, Begini Respon Agrinas Pangan

Ia mengungkapkan, awalnya pihak pabrikan yakni Mahindra melalui RMA hanya sanggup memasok 2.000 unit, namun melalui negosiasi panjang, mereka akhirnya bersedia mengalokasikan lini produksi khusus untuk kebutuhan Agrinas.

"Oleh karena itu kami harus memberikan down payment 30% dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (24/2/2026).

Joao mengungkapkan, seluruh kontrak pengadaan alat pendukung di Agrinas telah diselesaikan sebelum tanggal 23 Desember. Hal ini mencakup pengadaan rak, sistem CCTV, mesin pemindai (scanning), hingga perangkat komputer untuk sistem pembayaran kasir di Kopdes Merah Putih.

Terkait adanya isu atau risiko pembatalan pengadaan, Joao menegaskan, pihaknya tidak memikirkan soal penalti. Ia meyakini pengadaan yang dilakukan telah didasari oleh itikad baik dan jika terdapat perbedaan pemahaman di kemudian hari, hal tersebut dapat diselesaikan melalui penjelasan dan diskusi.

"Karena kami dengan itikad baik, kami tidak pernah memikirkan penalti pembatalan tersebut. Saya pikir bahwa kita optimistis dan saya yakin bahwa apa yang kita lakukan in good faith pasti kalau ada masalah ada pemahaman yang kurang tepat atau tidak sama itu mungkin hanya perlu ada penjelasan itu akan menjadi solusi," tegasnya.

Baca Juga: Banggar DPR RI Minta Agrinas Batalkan Rencana Impor 105.000 Mobil Niaga

Lebih lanjut, Joao menambahkan, pengadaan ini akan berjalan mulus mengingat harga yang didapatkan perusahaan tergolong sangat kompetitif. Ia menilai pengadaan armada ini sangat menguntungkan secara nilai ekonomi dibandingkan jika perusahaan harus membeli dengan harga pasar yang jauh lebih tinggi.

"Karena saya yakin bahwa semua itu ada solusinya mungkin kalau saya ngadainnya harganya Rp 700 juta mungkin pasti potensi pembatalan sangat besar tapi kalau saya ngadainnya murah kayaknya sayang-sayang banget," pungkasnya.

Selanjutnya: BTN Buka Lowongan Kerja Spesialis Data Februari 2026, Simak Syarat Lengkapnya

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur 16-28 Februari 2026, Bumbu-Kornet Diskon hingga 50%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×