kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Resmi Tiba Di Priok, Harga Pikap India Rp 200 Jutaan, Agrinas Hemat Rp 46 Triliun!


Rabu, 25 Februari 2026 / 06:13 WIB
Resmi Tiba Di Priok, Harga Pikap India Rp 200 Jutaan, Agrinas Hemat Rp 46 Triliun!
ILUSTRASI. Ekspor mobil sepanjang tahun 2025 (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)


Reporter: Adi Wikanto, Chelsea Anastasia | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Impor mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara resmi dimulai. Ribuan mobil pikap India bernama Mahindra telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Berapa harga mobil pikap India tersebut? 

Diberitakan Kompas.com, PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengimpor 105.000 unit kendaraan niaga asal India untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun. Pengadaan skala jumbo ini melibatkan dua produsen otomotif besar India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Dari total tersebut, sebanyak 35.000 unit merupakan Scorpio Pick-Up produksi Mahindra. Sementara 70.000 unit lainnya dipasok oleh Tata Motors yang terdiri atas 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

Sebagai tahap awal realisasi kontrak, sebanyak 1.000 unit pikap telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan siap memasuki proses distribusi ke berbagai daerah.

Baca Juga: Penerimaan Bea Cukai Awal 2026 Melemah, Tekanan Fiskal Masih Membayangi

Tahap Awal Distribusi Dimulai

Kedatangan unit perdana ini menandai dimulainya implementasi proyek pengadaan kendaraan niaga yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyampaikan bahwa harga pikap hasil impor dari India tersebut sangat kompetitif. Namun ia enggan mengungkapkan detail harga karena terikat perjanjian NDA (Non Disclosure Agreement) dengan pihak pabrikan.

Meski demikian, ia mengisyaratkan bahwa banderol kendaraan tersebut berada di bawah rata-rata harga pikap merek Jepang yang telah diproduksi di dalam negeri. Estimasi harga yang diterima Agrinas diperkirakan berada di kisaran Rp 200 jutaan per unit.

"(Harga) semua sudah urusan mereka, sudah termasuk pajak semua. Pokoknya prinsip saya, harga yang disepakati adalah harga terima di seluruh Indonesia, termasuk di Papua, tidak ada penambahan satu sen pun," ujar Joao dalam konferensi pers di Jakarta (24/2/2026).

Ia menegaskan bahwa status kendaraan sudah On The Road (OTR) dan diterima langsung di lokasi tujuan tanpa biaya tambahan distribusi.

Tonton: Khamenei Siapkan Pengganti Jika Tewas Diserang AS-Israel

Klaim Hemat Hingga Rp 46 Triliun

Dengan skema pembelian dalam jumlah besar dan negosiasi langsung dengan prinsipal, perusahaan pelat merah ini diklaim mampu menghemat hingga Rp 46 triliun dibandingkan skema pengadaan dengan harga pasar umum.

Unit yang didatangkan bukan versi standar paling dasar. Seluruh kendaraan dirancang untuk kebutuhan operasional berat, terutama untuk wilayah dengan infrastruktur terbatas.

Spesifikasi Pikap 4x4 untuk Medan Berat

Secara umum, spesifikasi kendaraan yang didatangkan meliputi:

  • Mesin diesel bertenaga dengan torsi besar untuk angkutan logistik

  • Sistem penggerak empat roda (4WD) lengkap dengan transfer case mode high dan low

  • Ground clearance tinggi untuk medan berat

  • Sasis ladder frame yang kokoh

  • Bak angkut luas dengan daya tahan beban besar

Konfigurasi tersebut dinilai penting untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di wilayah pegunungan, perkebunan, hingga distribusi logistik antardesa, termasuk kawasan terpencil.

Dengan kapasitas dan spesifikasi tersebut, kendaraan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi pangan serta kebutuhan pokok di berbagai daerah Indonesia. 

Tonton: RKAB 2026 Dipangkas, Muncul Potensi Kesulitan Pemenuhan DMO Batubara

Rincian Pengadaan Kendaraan

Berikut rincian unit kendaraan yang diimpor:

  • 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M)
  • 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors
  • 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama.

Penolakan Impor Mobil Pikap India

Sebelumnya, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat mengecam keras kebijakan impor mobil tersebut. "Tidak ada legitimasi moral, profesional dan sejarah kecuali hanya ingin meraup rente yang bisa membenarkan rencana impor ini", tegas Jumhur dalam keterangan resmi.

Hal ini karena sejak hampir 40 tahun lalu Indonesia malah sudah mengekspor mobil. Bahkan Toyota saja sudah mengekspor lebih dari 3 juta unit sampai pada 2025. Belum lagi merek-merek lainnya seperti Honda, Daihatsu, Mitsubishi dan sebagainya. Ekspor ini pun dilakukan ke lebih dari 80 negara sejak tahun 1987.

"Dengan kinerja ekspor seperti itu, saya ngga habis pikir kok ada pikiran mau ngimpor mobil hingga 105 ribu unit. Itu kan sama saja dengan merendahkan kemampuan bangsa sendiri. Setahu saya Presiden itu gandrung industri. Mudah-mudahan saja kegandrungan itu tidak berubah", keluh Jumhur

Di sisi lain, pasar otomotif dalam negeri sedang menurun. Karena itu, bila ada rencana pembelian produk otomotif besar-besaran yang berasal dari pemerintah harusnya diarahkan untuk membeli produk dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Indonesia, Saleh Husin menilai, impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri, tidak menggerakkan ekonomi, dan sama sekali bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.

"Selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan KDKMP," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kontan, Minggu (22/02/2026). 

Saleh menilai, kebutuhan mobil pikap oleh KDKMP perlu dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional. Impor kendaraan dalam bentuk utuh (CBU) disebut berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun.

Saleh mencermati, industri komponen otomotif yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul. Kondisi ini dapat mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri.

Sebab, industri komponen otomotif, seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif. 

Ada Peran Intelijen AS di Balik Tewasnya Raja Narkoba Meksiko El Mencho

Selanjutnya: Nyeri Sendi Hilang? Kenali Beda Asam Urat & Penyakit yang Mirip Gejalanya Ini

Menarik Dibaca: Nyeri Sendi Hilang? Kenali Beda Asam Urat & Penyakit yang Mirip Gejalanya Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×