kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hadapi Pelemahan Rupiah, DEN Usul Bebas Visa Bagi Wisatawan Mancanegara


Selasa, 09 Juni 2026 / 21:48 WIB
Hadapi Pelemahan Rupiah, DEN Usul Bebas Visa Bagi Wisatawan Mancanegara
ILUSTRASI. Peningkatan kunjungan wisatawan pada libur panjang (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan bebas visa kunjungan bagi wisatawan mancanegara (Wisman) untuk memperkuat pasokan devisa di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mengantisipasi dampak panjang dari konflik geopolitik. 

Apalagi, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. 

"Tahun lalu kunjungan Wisman ke Indonesia sekitar 15 juta, Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, Malaysia 40 Juta," jelas Firman dalam Konferensi Pers di Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026). 

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Rakyat Indonesia Makin Kurang Piknik

Karena itu, DEN mengusulkan sejumlah langkah untuk meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata global. 

Salah satunya melalui kebijakan bebas visa kunjungan bagi negara-negara yang memiliki tingkat pendapatan tinggi dan berpotensi menyumbang wisatawan dalam jumlah besar.

“Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran misalkan kita bisa ngasih bebas visa kunjungan ke beberapa negara yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, DEN juga mendorong peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia sebagai sumber devisa tambahan.

Menurut dia, Indonesia masih memiliki ruang untuk meningkatkan pendapatan devisa dari pekerja migran, terutama melalui pengiriman tenaga kerja terampil seperti perawat dan teknisi ke luar negeri. 

Baca Juga: Atasi Cemas Urus Visa dengan Platform SPUN

"Karena kalau dibandingkan dengan Filipina juga jumlahnya kita masih rendah Indonesia. Jadi program untuk peningkatan pekerja migran berkualitas bisa bantu meningkatkan devisa ke depan," lanjutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×