kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.828   39,00   0,23%
  • IDX 8.888   -87,44   -0,97%
  • KOMPAS100 1.227   -17,06   -1,37%
  • LQ45 869   -13,42   -1,52%
  • ISSI 327   -3,54   -1,07%
  • IDX30 441   -9,75   -2,16%
  • IDXHIDIV20 516   -17,35   -3,25%
  • IDX80 136   -1,93   -1,40%
  • IDXV30 144   -3,91   -2,65%
  • IDXQ30 141   -3,88   -2,67%

DKI Jakarta, Bandung Raya Belum Siap Olah Sampah Jadi Listrik


Selasa, 27 Januari 2026 / 09:41 WIB
DKI Jakarta, Bandung Raya Belum Siap Olah Sampah Jadi Listrik
ILUSTRASI. DKI Jakarta dan Bandung Raya, dua kota penghasil sampah terbesar, ternyata belum siap hadapi proyek WtE.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. DKI Jakarta dan Bandung Raya menjadi dua kota besar di Indonesia penghasil sampah terbanyak, namun keduanya belum mempersiapkan diri untuk menjalani proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyebut bahwa dua kota ini menjadi dua aglomerasi besar yang menjadi target utama penerapan WtE.

"Ada 10 algomerasi dari 26 kabupaten kota yang memiliki sampah potensial untuk diolah melalui waste to energy. Kecuali 2 algomerasi besar yang memang sebenarnya menjadi target utama namun saat ini belum siap," kata dia dalam Rapat Kerja (Raker) dengan DPR di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (26/01/2026).

Baca Juga: Jaga Stabilitas Rupiah, Kemenkeu Siapkan SBN Valas untuk Tampung DHE SDA

DKI Jakarta dan Bandung Raya kata Faisol memiliki potensi sampah 8.000 ton dan 5.000 ton per hari, angka ini berada di atas rata-rata produksi sampah di kota/kabupaten lainnya.  

"Algomerasi yang pertama yang sangat krusial dan belum siap adalah algomerasi dari daerah khusus Jakarta, sampai hari ini belum menyiapkan diri untuk menyelesaikan sampahnya melalui waste to energy. Kemudian Bandung Raya, juga belum menyiapkan diri di dalam rangka pemenuhan aspek-aspek di dalam waste to energy," jelasnya.

Meski begitu, Faisol bilang terdapat 10 aglomerasi yang sudah disampaikan kementeriannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas).

Daftar 10 kota/kabupaten yang diajukan Kementerian LH untuk waste to energy adalah sebagi berikut:

  1. Denpasar Raya
  2. Yogyakarta Raya
  3. Bogor Raya
  4. Bekasi Raya
  5. Tanggerang Raya
  6. Medan Raya
  7. Semarang Raya
  8. Lampung Raya
  9. Surabaya Raya
  10. Serang Raya

Lebih lanjut, Hanif juga menyebut bahwa proyek sampah menjadi listrik ini hanya menyelesaikan 13 persen dari total permasalahan sampah di Indonesia.

"Jadi kalau yang sekarang ini kita kenal dengan waste to energy, waste to energy itu hanya mampu menyelesaikan 13% dari sampah kita," ungkapnya.

Baca Juga: Resmi, Indonesia Punya Rafale, Ini Keunggulan Jet Tempur Asal Prancis

"Sampai hari ini, kami terima bahwa 4 lokasi algomerasi telah selesai lelang dan diproyeksikan di bulan Maret akan dilakukan ground breaking. Pembangunan akan memerlukan waktu 1,5 sampai 2 tahun," tambahnya.

Adapun, 4 aglomerasi yang dimaksud Hanif terkait dengan 4 kota/kabupaten yang saat ini sedang dilelang oleh Danantara yaitu Kota dan Kabupaten Bogor, Denpasar, Yogyakarta serta Bekasi.

Untuk diketahui melalui Perpres No. 109 Tahun 2025, kontrak yang terjalin antara konsorsium pemenang tender dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam proyel PLTSa ini adalah selama 30 tahun.

Selanjutnya: Emas dan Perak Dekati Rekor Tertinggi Selasa (27/1), Permintaan Aset Aman Masih Kuat

Menarik Dibaca: Wajah Mulus: Hindari 4 Bahaya Fatal Memencet Jerawat Sendiri & Tips Mengatasinya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×