Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indonesia resmi memiliki tiga jet tempur Rafale baru, buatan Perancis. Ini menjadi pengiriman perdana dari kontrak pertahanan bernilai miliaran dolar AS. Apa kelebihan dan keunggulan jet tempur Rafale?
Setelah menunggu beberapa tahun sejak penandatanganan kontrak, Indonesia akhirnya menerima tiga pesawat tempur Rafale buatan Perancis. Ketiga jet tempur tersebut menjadi armada pengiriman perdana dari kerja sama pertahanan bernilai miliaran dolar AS antara Indonesia dan Perancis.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Tanah Air pada Jumat (23/1/2026).
“Dapat kami sampaikan bahwa tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dikutip dari Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI dan Pastikan Independensi Bank Sentral
Ketiga jet tempur Rafale tersebut dilaporkan sudah berada di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Pesawat tempur canggih ini akan dimaksimalkan pengoperasiannya oleh TNI Angkatan Udara.
“Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” kata Rico.
Kedatangan Rafale menandai langkah strategis Indonesia dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Jet tempur buatan Dassault Aviation ini diproyeksikan menggantikan pesawat tempur TNI AU yang sebagian telah memasuki usia operasional tua.
Tonton: Raksasa Properti Dubai Siap Bangun Mal hingga Kantor di IKN, Investasi Capai Rp 4 Triliun
Jet Tempur Rp 144 triliun
Sebagaimana dilaporkan The Straits Times mengutip Reuters, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian Rafale dengan Perancis sejak 2022. Nilai kontrak awal mencapai sekitar US$ 8 miliar atau setara Rp 133,9 triliun dan diperluas pada tahun berikutnya.
Indonesia tercatat sebagai salah satu pembeli utama alutsista Perancis di kawasan Asia Tenggara. Secara keseluruhan, Indonesia memesan 42 unit jet tempur Rafale, serta sejumlah kapal perang dan kapal selam rancangan Perancis.
Pemerintah menegaskan bahwa pengiriman Rafale tidak berhenti pada tahap awal ini. Sejumlah unit tambahan akan dikirimkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan, meskipun jumlah per tahap belum dirinci secara resmi.
Jet tempur Rafale dirancang untuk menjalankan berbagai misi tempur secara mandiri, dengan ketergantungan minimal pada dukungan logistik maupun sistem pengintaian eksternal. Keunggulan inilah yang membuat Rafale dinilai cocok untuk kebutuhan pertahanan Indonesia.
Peresmian resmi kedatangan jet tempur Rafale dijadwalkan menunggu agenda Presiden Prabowo Subianto.
“Seremoni penerimaan resmi akan dilaksanakan kemudian, menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Bapak Presiden,” ujar Rico.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mengalokasikan anggaran besar untuk pembaruan kekuatan udara. Selain Rafale, Indonesia juga mempertimbangkan pesawat tempur J-10 dari China dan F-15EX dari Amerika Serikat.
Dalam rencana jangka panjang, Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 48 pesawat tempur KAAN dari Turki serta membuka peluang kerja sama dengan Pakistan untuk pengembangan pesawat tempur dan drone bersenjata.
Tonton: Terus Bertambah, 2.277 WNI di Kamboja Minta Dipulangkan ke Indonesia
Spesifikasi Jet Tempur Dassault Rafale
Berikut spesifikasi jet tempur Dassault Rafale:
- Tahun mulai digunakan:
Digunakan sejak 2001 oleh Angkatan Laut Perancis dan 2006 oleh Angkatan Udara Perancis.
- Jumlah produksi:
Lebih dari 240 unit hingga 2024 dan masih terus diproduksi untuk kebutuhan ekspor.
- Panjang pesawat:
15,3 meter.
- Rentang sayap:
10,9 meter.
- Berat maksimum lepas landas:
Sekitar 24.000 kilogram.
- Mesin:
Dua mesin turbofan Safran M88-2.
- Kecepatan maksimum:
Sekitar 1.915 kilometer per jam.
- Jangkauan terbang:
Radius tempur sekitar 1.850 kilometer dan jarak ferry hingga 3.700 kilometer dengan tangki bahan bakar tambahan.
- Ketinggian operasional maksimum:
Sekitar 50.000 kaki atau 15.240 meter.
- Kapasitas senjata:
Memiliki 14 titik gantung senjata (13 pada varian laut Rafale M) dengan total muatan hingga 9.500 kilogram.
- Awak:
Satu orang untuk Rafale C dan Rafale M, serta dua orang untuk Rafale B versi kursi ganda.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/27/080000465/jet-rafale-buatan-perancis-tiba-di-indonesia-cek-spesifikasinya?page=all#page2.
Selanjutnya: Trump akan Naikkan Tarif Impor Korea Selatan Jadi 25% Usai Negosiasi Dagang Mandek
Menarik Dibaca: Melesat Tinggi, Simak Harga Emas Galeri 24 & UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (27/1)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













