kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Djoko: Yang terlibat kasus Gayus harus dikenai sanksi


Selasa, 04 Januari 2011 / 17:04 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM Djoko Suyanto meminta polisi maupun satuan tugas pemberantasan mafia hukum mengusut kasus pelsiran Gayus ke Macau dan Kuala Lumpur. Sasarannya antara lain tentang paspor yang diduga milik Gayus namun memakai nama samaran.

Djoko mengatakan, jika terbukti siapapun yang mengeluarkan paspor itu akan mendapatkan sanksi. "Tidak ada toleransi untuk itu," ujar Djoko sebelum rapat terbatas internal di Istana Negara, Selasa (4/1/2011).

Cuma, Djoko enggan mengungkap soal sanksi terhadap mereka yang terlibat. "Kami belum sampai ke sana," kata mantan Panglima TNI itu. Alasannya, perlu ada pengusutan sampai dimana tingkat kesalahan mereka yang diduga terlibat maupun apakah ada unsur kelalaian atau tidak.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menduga Gayus pergi ke Macau dan Kuala Lumpur menggunakan paspor atas nama Soni Laksono. Dia mengatakan, paspor yang dipakai terdakwa dugaan penyuapan itu asli hanya identitasnya palsu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×