kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.039   31,00   0,17%
  • IDX 6.281   46,21   0,74%
  • KOMPAS100 824   5,75   0,70%
  • LQ45 628   4,41   0,71%
  • ISSI 217   1,19   0,55%
  • IDX30 353   2,84   0,81%
  • IDXHIDIV20 433   2,33   0,54%
  • IDX80 94   0,58   0,62%
  • IDXV30 119   0,56   0,47%
  • IDXQ30 113   0,60   0,54%

Pramono: Polisi harus bertanggung jawab


Senin, 03 Januari 2011 / 11:42 WIB


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kabar kaburnya terdakwa dugaan mafia pajak Gayus HP Tambunan ke Singapura membuat anggota DPR marah. Bila kabar itu benar, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan kepolisian harus bertanggung jawab.

Seperti diketahui, Gayus telah ditahan Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebelumnya, Gayus sempat kepergok berada di Bali sedang menonton tenis. Dia memakai kaca mata dan rambut palsu untuk menyamar.

Belakangan, seorang pembaca Kompas menyampaikan surat pembaca yang menyatakan pernah satu pesawat bersama Gayus ke Singapura. Dia terbang menggunakan pesawat Air Asia.

Atas peristiwa ini Pramono mengatakan, kepolisian harus bisa menyampaikan secara terbuka apa sebenarnya yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob itu. Dia mendesak petinggi kepolisian bertanggung jawab atas hal ini. "Bukan hanya penjaganya saja," katanya, Senin (3/1).

Selain itu, Pramono juga meminta pihak Imigrasi menjelaskan kepergian Gayus ke Singapura. Pasalnya, Gayus bisa pergi ke Singapura karena menggunakan paspor. "Kalau Gayus jalan-jalan ke Bali kan masih kawasan domestik. Jadi nggak perlu paspor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×