kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pramono: Polisi harus bertanggung jawab


Senin, 03 Januari 2011 / 11:42 WIB


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kabar kaburnya terdakwa dugaan mafia pajak Gayus HP Tambunan ke Singapura membuat anggota DPR marah. Bila kabar itu benar, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan kepolisian harus bertanggung jawab.

Seperti diketahui, Gayus telah ditahan Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebelumnya, Gayus sempat kepergok berada di Bali sedang menonton tenis. Dia memakai kaca mata dan rambut palsu untuk menyamar.

Belakangan, seorang pembaca Kompas menyampaikan surat pembaca yang menyatakan pernah satu pesawat bersama Gayus ke Singapura. Dia terbang menggunakan pesawat Air Asia.

Atas peristiwa ini Pramono mengatakan, kepolisian harus bisa menyampaikan secara terbuka apa sebenarnya yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob itu. Dia mendesak petinggi kepolisian bertanggung jawab atas hal ini. "Bukan hanya penjaganya saja," katanya, Senin (3/1).

Selain itu, Pramono juga meminta pihak Imigrasi menjelaskan kepergian Gayus ke Singapura. Pasalnya, Gayus bisa pergi ke Singapura karena menggunakan paspor. "Kalau Gayus jalan-jalan ke Bali kan masih kawasan domestik. Jadi nggak perlu paspor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×