kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Pramono: Polisi harus bertanggung jawab


Senin, 03 Januari 2011 / 11:42 WIB


Reporter: Mohamad Jumasri | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kabar kaburnya terdakwa dugaan mafia pajak Gayus HP Tambunan ke Singapura membuat anggota DPR marah. Bila kabar itu benar, Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan kepolisian harus bertanggung jawab.

Seperti diketahui, Gayus telah ditahan Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebelumnya, Gayus sempat kepergok berada di Bali sedang menonton tenis. Dia memakai kaca mata dan rambut palsu untuk menyamar.

Belakangan, seorang pembaca Kompas menyampaikan surat pembaca yang menyatakan pernah satu pesawat bersama Gayus ke Singapura. Dia terbang menggunakan pesawat Air Asia.

Atas peristiwa ini Pramono mengatakan, kepolisian harus bisa menyampaikan secara terbuka apa sebenarnya yang terjadi di Rumah Tahanan Mako Brimob itu. Dia mendesak petinggi kepolisian bertanggung jawab atas hal ini. "Bukan hanya penjaganya saja," katanya, Senin (3/1).

Selain itu, Pramono juga meminta pihak Imigrasi menjelaskan kepergian Gayus ke Singapura. Pasalnya, Gayus bisa pergi ke Singapura karena menggunakan paspor. "Kalau Gayus jalan-jalan ke Bali kan masih kawasan domestik. Jadi nggak perlu paspor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×