kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ditahan Kejaksaan Agung, ini peran 5 orang di mega skandal investasi Jiwasraya


Selasa, 14 Januari 2020 / 22:14 WIB
Ditahan Kejaksaan Agung, ini peran 5 orang di mega skandal investasi Jiwasraya
ILUSTRASI. Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Hendrisman Rahim ditahan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan d

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

Pada tahun 2013,  Jiwasraya sejatinya memiliki surat utang negara dalam jumlah besar sampai  Rp 1 triliun. Hanya saja, atas keputusan manajemen Jiwasraya saat itu,  surat utang negara ini  ini lantas dicairkan untuk membeli saham berkolesterol tinggi, antara lain saham-saham seperti TRAM, IIKP, MTFN, ABBA, SMRU, PPRO hingga SMBR.

Data yang sama menyebut:

-29 Mei 2013: Jiwasraya memiliki saham PT Trada Maritim Tbk (TRAM) sebesar 5,71% dengan harga Rp 1.300 per saham. Nilai ini setara Rp 760 miliar

-28 November 2018, sahamTRAM jatuh ke Rp 319 per saham. Sejak saat itu, saham TRAM tak tak bisa naik, bahkan per 14 Januari saham TRAM tak bergerak di Rp 50 per saham

-3 April 2014,  Jiwasraya awalnya hanya memiliki saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) sebesar Rp 40 miliar. Ini setara dengan kepemilikan saham sebesar 5,7%.  Pembelian saham IIKP saat itu seharga Rp 225 per saham. Hanya belakangan terungkap kepemilikan saham perusahaan budidaya ikan arwana ini melonjak sampai Rp 601,8 miliar. Kepemilikan ini berasal dari 14 reksadana yang seluruhnya ditempatkan di IIKP.

-2012, Jiwasraya memiliki saham MTFN. Ini adalah kode saham PT Capital Investment Tbk (MTFN). Kepemilikan MTFN setara dengan kepemilikan saham sebesar 7,28%. Saham MTFN berkali-kali dihentikan perdagangannya (suspensi) oleh BEI. Selama Juli 2016 sampai Desember 2018, BEI mensuspen MTFN sebanyak 13 kali karena tak menyampaikan laporan keuangan.

-15 September 2016, Jiwasraya membeli saham PPRO (PTPP Properti Tbk) sebanyak 708, 26 juta saham dengan harga Rp 1.000 per saham. Nilai ini setara dengan kepemilikan di atas 5%.  Sampai 23 Januari, kepemilikan di PPRO menjadi 8,59%.

Itu hanya bagian kecil saham-saham yang dimiliki Jiwasraya. Kepemilikan saham lebih dari 5% saat Jiwasraya dipimpin Hendrisman Rahim masih banyak, antara adalah PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT SMR Utama Tbk (SMRU), hingga PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR). Belakangan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyebut, kepemilikan Jiwasraya di saham ABBA tak ada.

Lalu, bagaimana peran dua orang lain yang juga menjadi tersangka dan ditahan dalam kasus Jiwasraya? 

Inilah penelusuran kontan.co.id atas keterlibatan Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat yang kini juga ikut merasakan dinginnya rumah prodeo.

(baca berikutnya)




TERBARU

Close [X]
×