kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.060   60,00   0,33%
  • IDX 5.712   -229,00   -3,85%
  • KOMPAS100 754   -31,23   -3,98%
  • LQ45 569   -20,25   -3,44%
  • ISSI 198   -7,82   -3,80%
  • IDX30 323   -11,27   -3,38%
  • IDXHIDIV20 401   -10,77   -2,61%
  • IDX80 85   -3,45   -3,89%
  • IDXV30 110   -3,61   -3,18%
  • IDXQ30 105   -3,27   -3,03%

Dirjen Pajak Mengalahkan PT Kaltim Prima Coal


Selasa, 09 Februari 2010 / 14:15 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Upaya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak untuk mendorong kepatuhan menunaikan pembayaran pajak tampaknya tidak sia-sia. Direktur Jenderal Pajak M. Tjiptardjo mengatakan, Ditjen Pajak memenangkan praperadilan yang diajukan PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait kasus kurang bayar pajak.

"Saya baru dapat kabar, kami menang praperadilan di Jakarta Selatan," ucap Tjiptardjo kepada KONTAN via telepon seluler, Selasa (9/2). Dengan demikian, lanjut dia, kasus pajak berupa dugaan kurang bayar pajak tersebut dapat terus berlanjut. Plt Direktur Intelijen dan Penyelidikan Ditjen Pajak Pontas Pane menambahkan, kasus kurang bayar pajak oleh KPC itu diduga dengan cara pengisian surat pemberitahuan (SPT) yang kemungkinan tidak benar.

Seperti diketahui, pada Desember 2009 Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan adanya dugaan kurang bayar pajak atas tiga anak usaha Kelompok Bakrie pada sektor pertambangan batu bara, a.l. PT Kaltim Prima Coal, PT Bumi Resources Tbk, dan PT Arutmin Indonesia.

Total dugaan kurang bayar pajak tiga perusahaan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,1 triliun. Menyikapi tuduhan tersebut, pada 18 Januari lalu, PT Kaltim Prima Coal melalui kuasa hukumnya melayangkan permohonoan praperadilan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus tersebut..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×