kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dirjen Pajak Curhat Habis Dibantai Kamar Dagang AS dan Inggris


Kamis, 21 Mei 2026 / 14:51 WIB
Dirjen Pajak Curhat Habis Dibantai Kamar Dagang AS dan Inggris
ILUSTRASI. Pakai Teknologi AI, DJP Bisa Deteksi Diskrepansi Laporan Pajak dari Aktivitas Sosmed (KONTAN/Nurtiandriyani.S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto telah bercerita tentang pertemuan dengan American Chamber of Commerce (AmCham) dan British Chamber of Commerce (BritCham). Ia menggambarkan pertemuannya cukup panas. 

Namun Bimo menegaskan, argumen para pelaku usaha asing itu sudah dibalas tuntas.

"Saya habis dibantai sama American Chamber of Commerce dan sama British Chamber of Commerce. Bantai kok saya. Saya bantai ulang mereka. Ini PR bersama kok," ujar Bimo dalam acara yang digelar Pusdiklat Pajak, Kamis (21/5).

Baca Juga: Pemerintah Evaluasi Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Diduga Tak Berdampak Maksimal

Kedua kamar dagang tersebut memprotes sejumlah kebijakan investasi dan perpajakan di Indonesia. Namun, kata Bimo. selama faktor-faktor produksi masih berada di Indonesia, pelaku usaha asing harus mengikuti aturan main yang berlaku di sini.

"Lu mau protes apa pun, faktor produksinya di Indonesia, ikut permainan Indonesia," katanya.

Yang lebih mengejutkan, Bimo menyoroti sikap para eksekutif lokal yang bekerja di perusahaan-perusahaan asing itu. 

Menurutnya, para eksekutif lokal itu kerap bersikap lebih keras membela kepentingan perusahaan asing dibanding orang asing itu sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×