kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Diperiksa KPK, Deputi Kemenpora Tolak Berkomentar


Rabu, 04 September 2013 / 21:37 WIB
ILUSTRASI. Singkong.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA - Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Lalu Wildan merampungkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013) malam.

Dirinya dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pengadaan peralatan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Wildan terpantau keluar markas Abraham Samad Cs sekitar pukul 20.10 WIB. Pria yang hadir mengenakan batik berwarna merah itu irit berkomentar mengenai pemeriksaannya hari ini.

"Ya kita kerja sama dengan KPK terkait Hambalang ya," kata Wildan yang diperiksa hampir 11 jam tersebut.

Selanjutnya, Wildan enggan memberikan penyataan. Dirinya lalu bergegas masuk menumpangi angkutan umum yang telah menunggunya di halaman Gedung KPK.

Pada perkara proyek bernilai Rp 1,3 triliun ini, memang tengah didalami KPK. Kasus itu merupakan pengembangan kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang yang menelan biaya hampir Rp 1,2 Triliun. (Tribunnews.com) JAKARTA - Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Lalu Wildan merampungkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013) malam.
Dirinya dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pengadaan peralatan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Wildan terpantau keluar markas Abraham Samad Cs sekitar pukul 20.10 WIB. Pria yang hadir mengenakan batik berwarna merah itu irit berkomentar mengenai pemeriksaannya hari ini.
"Ya kita kerja sama dengan KPK terkait Hambalang ya," kata Wildan yang diperiksa hampir 11 jam tersebut.
Selanjutnya, Wildan enggan memberikan penyataan. Dirinya lalu bergegas masuk menumpangi angkutan umum yang telah menunggunya di halaman Gedung KPK.
Pada perkara proyek bernilai Rp 1,3 triliun ini, menang tengah didalami KPK. Kasus itu merupakan pengembangan kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang yang menelan biaya hampir Rp 1,2 Triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×