CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Diperiksa KPK, Deputi Kemenpora Tolak Berkomentar


Rabu, 04 September 2013 / 21:37 WIB
ILUSTRASI. Singkong.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA - Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Lalu Wildan merampungkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013) malam.

Dirinya dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pengadaan peralatan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Wildan terpantau keluar markas Abraham Samad Cs sekitar pukul 20.10 WIB. Pria yang hadir mengenakan batik berwarna merah itu irit berkomentar mengenai pemeriksaannya hari ini.

"Ya kita kerja sama dengan KPK terkait Hambalang ya," kata Wildan yang diperiksa hampir 11 jam tersebut.

Selanjutnya, Wildan enggan memberikan penyataan. Dirinya lalu bergegas masuk menumpangi angkutan umum yang telah menunggunya di halaman Gedung KPK.

Pada perkara proyek bernilai Rp 1,3 triliun ini, memang tengah didalami KPK. Kasus itu merupakan pengembangan kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang yang menelan biaya hampir Rp 1,2 Triliun. (Tribunnews.com) JAKARTA - Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Lalu Wildan merampungkan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/9/2013) malam.
Dirinya dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus pengadaan peralatan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Wildan terpantau keluar markas Abraham Samad Cs sekitar pukul 20.10 WIB. Pria yang hadir mengenakan batik berwarna merah itu irit berkomentar mengenai pemeriksaannya hari ini.
"Ya kita kerja sama dengan KPK terkait Hambalang ya," kata Wildan yang diperiksa hampir 11 jam tersebut.
Selanjutnya, Wildan enggan memberikan penyataan. Dirinya lalu bergegas masuk menumpangi angkutan umum yang telah menunggunya di halaman Gedung KPK.
Pada perkara proyek bernilai Rp 1,3 triliun ini, menang tengah didalami KPK. Kasus itu merupakan pengembangan kasus proyek pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang yang menelan biaya hampir Rp 1,2 Triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×