kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

DIPA 2011 capai Rp 432,7 triliun


Selasa, 28 Desember 2010 / 13:45 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2011 sudah dibagi ke seluruh kementerian dan lembaga pada akhir tahun 2010. Nilai DIPA itu mencapai Rp 432,7 triliun.

Jumlahnya mencapai 23.692 DIPA untuk instansi pusat dan instansi kementerian dan lembaga di daerah. Rinciannya, DIPA untuk kantor pusat sebanyak 1.183 DIPA dengan nilai Rp 211,2 triliun.

Kemudian, satuan kerja yang berada di daerah mendapat 22.509 DIPA. "Nilainya Rp221,5 triliun," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam penyerahan DIPA 2011 di Istana Negara, Selasa (28/12).

Agus melanjutkan, sejak anggaran tahun 2008 DIPA untuk transfer ke daerah diterbitkan di Jakarta dalam satu DIPA untuk seluruh Indonesia. Dana transfer ke daerah mencakup dana perimbangan sebesar Rp 334,3 triliun serta dana otonomi khusus dan dana penyesuaian sebesar Rp 58,6 triliun.

Menurut Agus, percepatan penyelesaian DIPA tahun 2011 tidak akan banyak berarti apabila tidak diikuti dengan langkah serius menyerap anggaran sesuai rencana serta efektif dan efisien. Menurutnya, salah satu pendorong penyerapan anggaran adalah kesiapan perangkat pengelola anggaran yang mengerti, memahami, dan mengikuti berbagai kebijakan dan peraturan pengelolaan anggaran.

Dia berharap penyerapan anggaran tahun 2011 tidak akan berjalan lambat. Sebab, rangkaian proses tender sudah bergulir sejak Oktober hingga November lalu. Jadi, kata Agus, begitu DPR mengetuk palu tanda setuju terhadap APBN 2011, Kementerian Keuangan meminta setiap kementerian dan lembaga melakukan lelang. "Enggak perlu di bulan Januari sampai Maret tender dulu," kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×