kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Dijanjikan jabatan kunci, Luhut sindir Ical


Selasa, 20 Mei 2014 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. Bleach: Thousand-Year Blood War Cour ke-2 Diumumkan! Segera Tayang Juli 2023


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Luhut Panjaitan berkali-kali menyebut dirinya mendukung bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) lantaran tak adanya transaksi jabatan kekuasaan dalam kerja sama koalisi partai.

Luhut menyindir Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang dijanjikan akan memegang jabatan kunci dalam pemerintahan jika pasangan Prabowo subianto-Hatta Rajasa menang dalam pemilihan presiden 2014.

Menurut Luhut, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memang tidak menjanjikan apapun dalam kerja sama partai, termasuk bagi-bagi jabatan. Sikap itu juga muncul ketika Golkar menemui Megawati. 

"Soal jabatan dan seterusnya, akan dibicarakan setelah menang, karena mereka ingin bangun kabinet kerja bukan kabinet bagi-bagi jabatan," kata Luhut saat jumpa wartawan di Gedung Wisma Bakrie, Jakarta, selasa (20/5).

Luhut menilai, dalam pemilu selalu diwarnai oleh transaksi bagi-bagi jabatan dalam kekuasaan. Mulai dari pemilihan legislatif adanya transaksi jual beli suara hingga transaksi jabatan dalam pemilihan presiden. Namun, Luhut tak menyebut merapatnya Golkar ke Prabowo-Hatta lantaran adanya transaksi jabatan tersebut.

"Ya saya tidak katakan itu, di koran lain sudah menulis Pak Aburizal ditawari jadi menteri utama dari tujuh jabatan menteri dan itu tidak terjadi dengan negosiasi dengan Jokowi," tambah Luhut.

Ia pun berharap masalah transaksional dalam perpolitikan ke depannya semakin berkurang. Transaksi-transaksi tersebut dikatakan Luhut adalah suatu perbuatan yang tidak mendidik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×