kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Digitalisasi dan Automatisasi Mulai Berdampak, Ketersediaan Lapangan Kerja Turun


Rabu, 10 Januari 2024 / 09:53 WIB
Digitalisasi dan Automatisasi Mulai Berdampak, Ketersediaan Lapangan Kerja Turun


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum pemilihan umum dinilai belum banyak mendongkrak optimisme konsumen. Lihat saja, keyakinan konsumen terhadap kondisi lapangan kerja saat ini maupun ke depan cenderung menurun.

Berdasarkan hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen pada Desember 2023 di level 123,8, meningkat daripada November 2023 di level 123,6.

Meski demikian, indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini menurun 0,4 poin menjadi 112,7 pada Desember 2023.

Baca Juga: Ini Faktor Penyebab Turunnya Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Pekerjaan

Penurunan optimisme tersebut terutama terjadi pada kelompok konsumen lulusan sarjana dan pascasarjana, masing-masing sebesar 11,1 poin dan 30,6 poin. Sementara keyakinan kelompok lulusan SMA terhadap ketersediaan lapangan kerja naik 0,5 poin.

Tak hanya itu, indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan ke depan juga turun 1,5 poin menjadi 129,9.

Sejalan dengan kondisi itu, rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) menurun tipis, dari 75,3% pada November menjadi 74,3% di Desember.

Sementara itu, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) meningkat dari 15,4% menjadi 15,7%. Rata-rata porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk membayar utang juga naik dari 9,3% menjadi 10%.

Baca Juga: Indeks Ketersediaan Lapangan Pekerjaan Mulai Turun Imbas Digitalisasi

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, penurunan ini sejalan adanya mekanisme digitalisasi dan automatisasi dalam dunia usaha yang mulai mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan.

"Harga komoditas yang masih stagnan juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja," kata dia.

Meski demikian, David melihat konsumsi rumah tangga di kuartal V-2023 tumbuh sejalan dimulainya kampanye dan kuatnya belanja pemerintah.

Hal ini terindikasi dari hasil survei BCA bahwa transaksi bisnis (intrabiz) Desember 2023 naik 12 poin ke level 165 dan transaksi belanja (intrabel) naik 11,7 poin ke 141,6.

Baca Juga: Harga Empat Komoditas Pangan Ini Naik 10% di Atas Harga Acuan

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang, perekonomian global yang cenderung melambat pada tahun 2024, berdampak terhadap sektor ekonomi yang berorientasi ekspor. Hal ini yang menyebabkan optimisme terhadap lapangan pekerjaan menurun.

Namun demikian, ia meyakini pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal terakhir 2023 akan mencapai kisaran 5% year on year (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×