kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Digital mengontribusi 15%-20% penanaman modal asing di Indonesia


Selasa, 24 Juli 2018 / 14:00 WIB
Digital mengontribusi 15%-20% penanaman modal asing di Indonesia
ILUSTRASI. Ilustrasi belanja online


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perkembangan sektor digital cukup pesat belakangan. Sejumlah investasi asing mulai masuk ke Indonesia. Bahkan kini, kontribusinya cukup besar terhadap total penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menyatakan, empat tahun lalu modal asing yang masuk ke sektor digital Indonesia dalam bentuk investasi langsung nilainya hampir Rp 0. Sementara saat ini, Thom mengestimasi nilanya mencapai US$ 2 miliar-US$ 3 miliar per tahun atau sekitar Rp 30 triliun-Rp 40 triliun per tahun, termasuk e-commerce.

"Mungkin sekarang sudah mencakup 15%-20% dari total FDI kita per tahun," kata Thom di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/7). Adapun pertumbuhan industri e-commerce dalam negeri, diperkirakan mencapai 20%-25% per tahun.

Saat ini, Indonesia juga memiliki empat start up dengan valuasi perusahaan lebih dari US$ 1 miliar, di antaranya Go-Jek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia. Bahkan menurut
Thom, nilai unicorn Indonesia setara dengan unicorn di Uni Eropa.

Makanya, ia optimistis sektor digital Indonesia tak kalah dengan Eropa. "Di seluruh Uni Eropa juga ada empat unicorn. Jadi di Indonesia kita punya jumlah unicorn yang sama seperti dimiliki oleh totalitas Uni Eropa," tambahnya.

Thom juga mengatakan, sektor digital bisa menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia yang baru. Oleh karena itu, sektor digital perlu untuk terus dijaga agar tetap dalam tren yang meningkat seperti saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×