kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Di 2014, PMDN industri nonmigas capai Rp 59,03 T


Kamis, 05 Februari 2015 / 22:38 WIB
Di 2014, PMDN industri nonmigas capai Rp 59,03 T
ILUSTRASI. Wall Street


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri nonmigas sepanjang 2014 mencapai Rp 59,03 triliun atau meningkat sebesar 15,37% dari 2013.

"Angka tersebut memberikan kontribusi sebesar 39,93% dari total investasi PMDN 2014," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kamis (5/2).

Sedangkan, untuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor industri nonmigas nilainya mencapai US$ 13,02 miliar atau turun 45,63% dari total investasi PMA sepanjang 2014.

Pertumbuhan industri nonmigas secara kumulatif hingga triwulan III/2014 mencapai 5,30%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) yang sebesar 5,11%.

Cabang-cabang industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi antara lain industri barang lainnya sebesar 10,77%; industri Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 8,80%; industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 7,27%; serta industri kertas dan barang cetakan sebesar 6,02%.

Menperin mengatakan, industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 20,65%, merupakan yang tertinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya.

Sementara itu, nilai ekspor industri nonmigas pada Januari-Oktober 2014 mencapai US$ 98,43 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 66,48% dari total ekspor nasional.

"Meskipun impor produk industri masih lebih tinggi dari ekspor, defisit neraca perdagangan industri telah ditekan dari US$ 17,49 miliar pada Januari-Oktober 2013 menjadi US$ 5,4 miliar pada Januari-Oktober 2014,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×