kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dewan Pers: Wartawan membela parpol harus mundur


Senin, 10 Maret 2014 / 11:00 WIB
Dewan Pers: Wartawan membela parpol harus mundur
ILUSTRASI. Ganjar Pranowo Siap Jadi Capres Pemilu 2024, Cermati Profil & Jejak Karirnya


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Dewan Pers telah membuat keputusan agar wartawan yang membela kepentingan satu partai politik, harus segera mundur dari redaksi. Karena hal tersebut bertentangan dengan etika jurnalistik.

"Kita imbau wartawan mengundurkan diri," ujar anggota Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo atau akrab dipanggil Stanley di Hotel Grand Cemara Menteng, Minggu (9/3/2014).

Stanley memberikan dua pilihan kepada wartawan tersebut untuk mengundurkan dengan sukarela atau harus menunggu dipecat dari redaksi media. Kedua hal tersebut bertujuan untuk menjunjung tinggi kinerja media terutama media independen.

"Dewan Pers meminta mereka dengan senang hati sukarela non aktif atau mengundurkan diri," ungkap Stanley.

Stanley menambahkan wartawan yang sudah masuk menjadi antek-antek parpol, telah kehilangan jiwa dan semangat kewartawanan. Meski dengan alasan cuti untuk membantu parpol, Dewan Pers tidak akan menerima hal tersebut.

"Dia sudah kehilangan ruhnya sebagai wartawan," papar Stanley. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×