kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?


Minggu, 29 Desember 2019 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (22/1). Devisa ekspor minim dikonversi ke rupiah tak efektif sokong penguatan nilai tukar.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Kedua, pengusaha eksportir masih memandang adanya risiko volatilitas dan pelemahan nilai tukar rupiah ke depan. “Jadi sangat wajar kalau eksportir menahan dollar-nya,” sambung Piter.

Oleh karena itu, penting bagi BI dan pemerintah untuk betul-betul memperbaiki kondisi neraca transaksi berjalan lantaran hal itulah yang menggambarkan struktur supply demand valas secara keseluruhan.

Baca Juga: BI: Total devisa hasil ekspor yang masuk ke perbankan domestik capai 95%

Selama transaksi berjalan masih mengalami defisit yang besar, maka Indonesia masih kekurangan valas dan risiko pelemahan rupiah sangat rentan terjadi.

“DHE hanya sebagian kecil dari porsi valas melalui arus perdagangan barang sehingga dampaknya ke kinerja nilai tukar juga tidak begitu besar. Tambah lagi, yang dikonversi ke rupiah cuma kecil, jadi makin tidak efektif,” kata Piter.

Baca Juga: Data DHE terintegrasi, pemerintah lebih mudah beri insentif bagi eksportir yang patuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×