kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Devisa hasil ekspor minim dikonversi mata uang lokal, bagaimana dampaknya rupiah?


Minggu, 29 Desember 2019 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (22/1). Devisa ekspor minim dikonversi ke rupiah tak efektif sokong penguatan nilai tukar.


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Kedua, pengusaha eksportir masih memandang adanya risiko volatilitas dan pelemahan nilai tukar rupiah ke depan. “Jadi sangat wajar kalau eksportir menahan dollar-nya,” sambung Piter.

Oleh karena itu, penting bagi BI dan pemerintah untuk betul-betul memperbaiki kondisi neraca transaksi berjalan lantaran hal itulah yang menggambarkan struktur supply demand valas secara keseluruhan.

Baca Juga: BI: Total devisa hasil ekspor yang masuk ke perbankan domestik capai 95%

Selama transaksi berjalan masih mengalami defisit yang besar, maka Indonesia masih kekurangan valas dan risiko pelemahan rupiah sangat rentan terjadi.

“DHE hanya sebagian kecil dari porsi valas melalui arus perdagangan barang sehingga dampaknya ke kinerja nilai tukar juga tidak begitu besar. Tambah lagi, yang dikonversi ke rupiah cuma kecil, jadi makin tidak efektif,” kata Piter.

Baca Juga: Data DHE terintegrasi, pemerintah lebih mudah beri insentif bagi eksportir yang patuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×