kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.965   55,00   0,31%
  • IDX 6.373   32,66   0,52%
  • KOMPAS100 842   2,47   0,29%
  • LQ45 637   0,10   0,02%
  • ISSI 219   1,25   0,57%
  • IDX30 359   0,22   0,06%
  • IDXHIDIV20 443   -0,18   -0,04%
  • IDX80 96   0,24   0,25%
  • IDXV30 119   0,54   0,45%
  • IDXQ30 115   -0,19   -0,16%

Desakan ratifikasi FCTC harus dilawan


Senin, 27 Juli 2015 / 15:36 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Desakan kelompok anti tembakau yang meminta Presiden Jokowi meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sebagaimana disampaikan Lentera Anak Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) beberapa waktu lalu mendapat penolakan dari Anggota DPR. Kalangan DPR berharap presiden tak menindaklanjuti permintaan itu.

“Upaya memaksa Presiden meratifikasi FCTC ini harus dilawan,” tegas Anggota DPR Mukhamad Misbakhun di Jakarta, Senin (27/7).

Menurutnya, FCTC hanya akan merugikan petani tembakau dan rokok kretek. Pasalnya, ini menyangkut nasib jutaan petani, pekerja industri maupun industri pendukung di dalamnya.

“Ada jutaan petani tembakau dan keluarganya yang harus dijadikan perhatian kelangsungan hidupnya. Bahwa, hak hidup mereka juga dijamin oleh Konstitusi Negara,” tegas Anggota Komisi XI DPR ini.

Dikatakan Misbakhun, Konstitusi kita sudah mengatur secara tegas sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 33 ayat 4 yang menyebutkan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

“Agak aneh Indonesia sebagai negara produsen rokok terbesar, negara pemasok bahan baku tembakau, dan kretek yang berbahan baku lokal adalah produk asli Indonesia dibunuh sendiri oleh pemerintah melalui ratifkasi FCTC dan berbagai regulasi lainnya,” ujar Misbakhun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×