kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Demokrat tidak heran jika Ruhut loncat ke Jokowi


Minggu, 03 Agustus 2014 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. Promo HUT BCA 66 Tahun di Genki Sushi, Krispy Kreme, hingga Kopi Toko Djawa, berlaku sampai 28 Februari 2023


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Keputusan politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mendukung Jokowi-JK dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014, mendapat kritik dari petinggi partainya sendiri.

Pasalnya, Partai Demokrat tetap berada dalam koalisi Merah Putih meski pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung mereka dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengakui, tidak heran terhadap sikap Ruhut yang tak sejalan dengan kebijakan partainya tersebut.

"Kalau Ruhut itu tidak usah ditanya. Ketika Partai Golkar tahun 2004 mau ambruk, dia loncat ke SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) karena SBY mau jadi presiden," kata Max di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Minggu (3/8).

Karenanya, anggota Komisi I DPR itu tak kaget saat Ruhut "loncat" ke kubu Jokowi-JK.

Sebab, presiden SBY akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2014 setelah dua periode atau sepuluh tahun berkuasa.

"Sekarang SBY mau lengser dia loncat ke Jokowi karena mau jadi presiden. Kalau ada yang mau jadi 'Tuhan', dia (Ruhut) nanti loncat lagi ke sana," ujarnya. (M Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×