kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.119   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.059   20,67   0,34%
  • KOMPAS100 791   2,74   0,35%
  • LQ45 600   -2,00   -0,33%
  • ISSI 210   2,89   1,39%
  • IDX30 339   -1,49   -0,44%
  • IDXHIDIV20 421   -2,13   -0,50%
  • IDX80 90   0,20   0,23%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,53   -0,49%

Demokrat kaget Ibas disebut cocok jadi tersangka


Kamis, 16 Januari 2014 / 10:00 WIB
ILUSTRASI. Film Mencuri Raden Saleh, film heist atau pencurian pertama di Indonesia yang dapat mulai disaksikan di bioskop mulai hari ini (25/8).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Partai Demokrat kaget ada pihak yang menyatakan putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Edhie Baskoro Yudhoyono cocok berstatus tersangka. Hal itu terkait kasus Hambalang yang diselidiki KPK.

"Astagfirullah. Masa ada orang yang bilang pas tidak pas, ini proses hukum. Bukan pas dan tidak pas," kata Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf di Jakarta, Rabu (15/1).

Nurhayati mengatakan pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada proses yang sedang berjalan. Masyarakat, katanya, juga akan mengawasi melalui media.

"Tapi ini harus berimbang tak hanya Demokrat banyak yang lain juga sedang menjalani proses hukum," katanya.

Mengenai kasus yang menimpa Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, Nurhayati mengatakan hal itu merupakan proses hukum.

"Semuanya konsen agar Mas Anas selesaikan proses hukum, kalau di dalam proses persidangan muncul fakta-fakta lain, silahkan," tuturnya.

Nurhayati menegaskan Demokrat tidak pernah melakukan intervensi proses hukum yang sedang berjalan. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, tuturnya, menegaskan dukungan terhadap pemberatasan korupsi dan penegakan hukum.

"Kalau Anas membutuhkan bantuan hukum Demokrat akan berikan, tapi tak ada intervensi dalam proses hukum, tapi jangan kemudian melebar apalagi lebih ke arah politik," ungkapnya. (Ferdinand Waskita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×