kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Demokrat akhirnya akui bertemu Meneg BUMN sebelum IPO KRAS


Senin, 22 November 2010 / 13:42 WIB
ILUSTRASI. Menghadang Serbuan Impor Barang


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pimpinan Partai Demokrat akhirnya mengakui bertemu dengan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar sebelum penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Namun, partai pendukung pemerintah ini membantah meminta jatah saham perdana produsen baja tersebut.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Saan Mustopha mengatakan pertemuan yang dilakukan di Hotel Sultan, Jakarta, tidak membicarakan saham KRAS maupun bagi-bagi jatah direksi. “Hanya silaturahmi saja pimpinan Fraksi Demokrat dengan Menteri Negara BUMN,” ujar Saan, Senin (22/11).

Saan menuturkan, pertemuan itu pun tidak dilakukan dengan diam-diam dan rahasia. Jika memang ada agenda saham KRAS dan bagi-bagi direksi BUMN maka dia bilang pertemuan itu tidak dilakukan di tempat terbuka. Menurutnya, Partai Demokrat memang kerap kali melaksanakan pertemuan dengan menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II untuk membina hubungan.

Sebelumnya, dikabarkan, Mustafa bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Hotel Sultan. Anggota DPR Lili Wahid menuding pertemuan itu untuk mendapatkan jatah saham perdana KRAS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×