kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   25.000   1,49%
  • USD/IDR 16.450   35,00   0,21%
  • IDX 6.380   -139,26   -2,14%
  • KOMPAS100 926   -23,75   -2,50%
  • LQ45 725   -12,49   -1,69%
  • ISSI 196   -6,34   -3,13%
  • IDX30 379   -3,71   -0,97%
  • IDXHIDIV20 456   -5,75   -1,25%
  • IDX80 105   -2,26   -2,11%
  • IDXV30 108   -2,36   -2,13%
  • IDXQ30 124   -0,95   -0,75%

BEI: Ulah wartawan yang minta jatah rugikan pasar modal


Kamis, 18 November 2010 / 14:43 WIB
BEI: Ulah wartawan yang minta jatah rugikan pasar modal
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia (BI)


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai ulah wartawan yang meminta jatah saham perdana dengan menyiarkan pemberitaan miring merugikan pasar modal. Sebab, pemberitaan yang tidak proporsional, berimbang dan profesional akan menutupi hal-hal yang seharusnya diketahui oleh investor.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan, pers seharusnya menjadi bertindak independen dan berimbang dalam menyiarkan pemberitaan. Dia mengatakan, pers bisa menjadi alat kontrol terhadap emiten, regulator dan investor. "Sangat disayangkan kasus ini terjadi dan sebaiknya ini jadi pelajaran," kata Eddy kepada KONTAN, Kamis (18/11).

Asal tahu saja, segerombolan wartawan yang dimotori empat wartawan media besar meminta jatah saham perdana saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebanyak 1.500 lot atau setara Rp 6375, juta. Bukan hanya itu, mereka juga meminta uang sejumlah Rp 400 juta untuk menghentikan pemberitaan negatif seputar penawaran saham perdana produsen baja nasional tersebut.

Eddy mengatakan, pers harus tetap kritis asal tidak untuk kepentingan tertentu sekelompok orang atau pribadi. Bila ternyata ada masalah, dia mempersilahkan, wartawan membeberkannya kepada publik secara berimbang dan profesional.

Dewan Pers tengah mengusut kasus wartawan yang meminta jatah saham perdana KRAS ini. Anggota Dewan Pers Wina Armada menilai, tindakan wartawan tersebut telah melanggar kode etik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×