kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Demi dana desa, pemerintah tarik utang Bank Dunia


Senin, 14 Maret 2016 / 17:54 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah berkeinginan menarik pinjaman luar negeri sebagai pendamping dana desa. Utang berasal dari Bank Dunia senilai Rp 1,4 triliun.

Dewo Broto, Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan, pinjaman berasal dari sisa dana pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang totalnya mencapai US$ 500 juta. "Masih dalam pembicaraan untuk bisa digunakan tahun ini yang Rp 1,4 triliun itu," katanya.

Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas mengatakan, selain dana pinjaman tersebut, sampai saat ini tidak ada komitmen pinjaman baru  untuk mendukung pemberian dana desa, baik untuk tahun 2016 ini maupun 2017.

Tahun ini, pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 47 triliun. Jumlah itu naik dua kalilipat lebih dibandingkan periode 2015 yang hanya Rp 20,7 triliun.

Marwan Djafar, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi memperkirakan, dengan gelontoran dana tersebut, setiap desa akan mendapatkan dana Rp 600 juta sampai Rp 800 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×