kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Demi dana desa, pemerintah tarik utang Bank Dunia


Senin, 14 Maret 2016 / 17:54 WIB
Demi dana desa, pemerintah tarik utang Bank Dunia


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah berkeinginan menarik pinjaman luar negeri sebagai pendamping dana desa. Utang berasal dari Bank Dunia senilai Rp 1,4 triliun.

Dewo Broto, Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengatakan, pinjaman berasal dari sisa dana pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) yang totalnya mencapai US$ 500 juta. "Masih dalam pembicaraan untuk bisa digunakan tahun ini yang Rp 1,4 triliun itu," katanya.

Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas mengatakan, selain dana pinjaman tersebut, sampai saat ini tidak ada komitmen pinjaman baru  untuk mendukung pemberian dana desa, baik untuk tahun 2016 ini maupun 2017.

Tahun ini, pemerintah menggelontorkan dana desa sebesar Rp 47 triliun. Jumlah itu naik dua kalilipat lebih dibandingkan periode 2015 yang hanya Rp 20,7 triliun.

Marwan Djafar, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi memperkirakan, dengan gelontoran dana tersebut, setiap desa akan mendapatkan dana Rp 600 juta sampai Rp 800 juta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×