kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.045   37,00   0,21%
  • IDX 6.243   8,36   0,13%
  • KOMPAS100 819   1,23   0,15%
  • LQ45 625   1,54   0,25%
  • ISSI 215   -0,34   -0,16%
  • IDX30 352   1,60   0,46%
  • IDXHIDIV20 432   1,68   0,39%
  • IDX80 94   0,15   0,16%
  • IDXV30 119   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 112   0,40   0,36%

Deflasi April tercatat 0,31%


Senin, 02 Mei 2011 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, London, Inggris, 17 Februari 2020.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Deflasi masih terjadi pada April lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju deflasi pada April lalu sebesar 0,31%.

Deflasi April lalu ini tak berbeda jauh beda dengan kondisi Maret lalu. Ketika itu, BPS mencatat deflasi sebesar 0,32%.

"Bahan makanan menyumbang 0,48% dan ini menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran rumah tangga yang mengalami deflasi, sementara yang lain inflasi," kata Kepala BPS Rusman Heriawan, dalam konferensi pers, Senin (2/5).

Dengan demikian, laju inflasi empat bulan pertama tahun kalender 2011 tercatat sebesar 0,39%. "Jadi masih jauh dari 1%," ujarnya.

Cuma, Rusman mengatakan, inflasi secara year on year (yoy) masih tercatat cukup besar yakni mencapai 6,16%.
Sementara inflasi inti April lalu tercatat sebesar 0,25%. Sehingga inflasi inti yoy tercatat sebesar 4,62%.

Sementara dari sisi komoditas yang mengalami deflasi, Rusman memaparkan, sumbangan terbesar berasal dari bawang merah yang menyumbang deflasi 0,13%, cabai merah 0,11%, cabai rawit menyumbang deflasi 0,11%, beras 0,06%, daging ayam ras 0,03%, telur ayam ras 0,03% dan minyak goreng 0,08%.

"Yang menyumbang inlfasi pada 2011 satu-satunya adalah emas perhiasan menyumbang inflasi 0,05%," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×