Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo tegaskan peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
“Saudara-saudara sekalian, NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan, dan memang itulah pelajaran sejarah,” tegas Presiden Prabowo.
Pengabdian NU dalam keberlangsungan bangsa dan negara telah berlangsung selama 100 tahun dan dinilai menjadi pilar kebesaran bangsa Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji, RI Akan Punya Kampung Haji di Makkah
Lebih lanjut, Kepala Negara turut menegaskan bahwa NU melalui kiai dan para ulamanya selalu hadir dalam situasi ancaman untuk menyelamatkan negara seperti halnya dalam kemerdekaan Indonesia.
Prabowo mencontohkan peristiwa pertempuran di Surabaya pada tahun 1945, bahwa pimpinan Islam menjadi salah satu pilar utama yang berhasil mempertahankan kemerdekaan Indonesia melawan negara-negara besar di dunia.
“Kita telah berhasil menghadapi Inggris pemenang Perang Dunia Kedua, rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya, dipimpin oleh para kiai, para ulama,” jelas Presiden.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Pembangunan Kampung Haji di Makkah Rampung Tahun 2028
Selanjutnya, Prabowo menggarisbawahi kerukunan menjadi kunci kekuatan bangsa. Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling merangkul dan bersatu di tengah perbedaan.
“Boleh kita bertanding, boleh kita bersaing, boleh kita berbeda, boleh kita berdebat, tapi di ujungnya, semua pemimpin Indonesia, semua pemimpin masyarakat harus rukun, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Selanjutnya: Asuransi Central Asia (ACA) Proteksi Aset EBT, Premi Asuransi Energi Melonjak 66% YoY
Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













