kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Defisit APBN Menyempit, Purbaya Yakin Target Fiskal Tetap Aman


Selasa, 19 Mei 2026 / 20:40 WIB
Defisit APBN Menyempit, Purbaya Yakin Target Fiskal Tetap Aman
ILUSTRASI. Menteri Purbaya Yudhi Sadewa bantah keras prediksi defisit melebar.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kondisi fiskal Indonesia terus membaik setelah realisasi APBN hingga April 2026 menunjukkan defisit menyusut menjadi Rp 164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Angka tersebut lebih rendah dibanding posisi Maret 2026 yang mencapai 0,93% PDB.

Purbaya menyinggung sejumlah analis yang sebelumnya memperkirakan defisit APBN bisa melebar hingga mendekati 3,6% PDB apabila tren Maret dikalkulasikan secara tahunan. 

Namun menurut dia, pendekatan tersebut keliru karena tidak mempertimbangkan dinamika penerimaan dan belanja negara sepanjang tahun.

Baca Juga: Pemerintah Agresif, Belanja APBN Tembus Rp 1.082,8 Triliun per April 2026

“Sekarang kalau pakai pendekatan yang sama, 0,6% kali tiga (berarti sekitar) 1,8%. Tapi hitungannya enggak begitu," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan perbaikan APBN terlihat dari keseimbangan primer yang kembali mencatat surplus Rp 28 triliun. 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pengelolaan fiskal mulai bergerak ke arah yang lebih sehat seiring peningkatan penerimaan negara.

"Anda lihat di situ keseimbangan primernya sudah surplus lagi Rp 28 triliun dan ke depan mungkin akan terus membaik," katanya.

Purbaya mengungkapkan, pendapatan negara hingga April tumbuh 13,3% secara tahunan. Pertumbuhan penerimaan pajak bahkan mencapai 16%, sementara penerimaan bea dan cukai mulai kembali positif sebesar 0,6% setelah sebelumnya terkontraksi pada Maret.

Ia juga menyoroti lonjakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tumbuh 11,6% menjadi Rp 171,3 triliun. 

Di sisi belanja, pemerintah memastikan akselerasi pengeluaran negara tetap berjalan sehingga surplus primer bukan berasal dari pengetatan fiskal. 

Baca Juga: Ada Kabar Pembentukan Badan Khusus Ekspor, Sejumlah Menteri Mengaku Belum Tahu

Hingga April 2026, realisasi belanja negara mencapai lebih dari Rp 1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3% dibanding periode sama tahun lalu.

Belanja kementerian dan lembaga tercatat tumbuh 57,9%, sedangkan belanja non-kementerian/lembaga naik 45,2%. 

Purbaya menegaskan pemerintah ingin menjaga distribusi belanja tetap merata sepanjang tahun untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

"Pada saat yang bersamaan belanja pemerintah juga kita enggak kendorin," imbuh Purbaya.

Menurut Purbaya, kinerja APBN April 2026 menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih kuat di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global. 

Baca Juga: INA Tunjuk Oki Ramadhana Jadi CEO, Dewan Pengawas Soroti Profesionalisme

Ia menilai peningkatan penerimaan pajak, bea cukai, dan PNBP dalam satu bulan terakhir menjadi indikasi bahwa momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Banyak orang bilang di bulan April kondisi melambat, ternyata enggak nih. Ini menunjukkan semuanya ada tetap kinerja ekonomi yang kuat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×