kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Defisit APBN membengkak hingga Rp 764 triliun hingga Oktober 2020


Senin, 23 November 2020 / 17:38 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti pertemuan KTT G20 tahun 2020 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, 22 November 2020.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Belanja negara mencatatkan realisasi sebesar Rp 2.041,81 triliun atau tumbuh 13,6% apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 1.797,7 triliun.   

Adapun dari sisi pembiayaan, realisasi sampai dengan akhir Oktober 2020 sebesar Rp 928,4 triliun atau 89,3% dari APBN-Perpres 72/2020 sebesar Rp 1.039,2 triliun. 

Baca Juga: CORE sebut ada 4 tantangan dalam kebijakan belanja pemerintah tahun 2021, apa saja?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi defisit anggaran sampai dengan bulan lalu seiring dengan besarnya belanja yang dibutuhkan pemerintah untuk penanggulangan pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19). 

“Dalam konteks ini Indonesia melakukan fiskal supplay support untuk ekonomi yang kontraksi. Cukup yang relative lebih rendah, tidak seperti negara lain yang (defisit) belasan dan bahkan puluhan persen,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi APBN Laporan Periode Realisasi Oktober, Senin (23/11). 

Selanjutnya: Serap anggaran Rp 30,57 miliar, pemerintah bangun 22 PLTS di pos jaga perbatasan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×