kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.155   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.530   -64,52   -0,85%
  • KOMPAS100 1.039   -10,88   -1,04%
  • LQ45 745   -10,74   -1,42%
  • ISSI 273   -2,08   -0,75%
  • IDX30 400   -1,28   -0,32%
  • IDXHIDIV20 486   -3,29   -0,67%
  • IDX80 116   -1,39   -1,18%
  • IDXV30 138   -0,07   -0,05%
  • IDXQ30 128   -1,03   -0,80%

Defisit APBN 2019 hingga bulan November mencapai Rp 368,9 triliun


Sabtu, 21 Desember 2019 / 07:30 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Khomarul Hidayat

Dengan demikian, defisit anggaran per November 2019 sebesar Rp 368,9 triliun atau 2,29% terhadap PDB. Realisasi defisit tersebut lebih tinggi dari outlook pemerintah tahun ini yaitu sebesar 2,2% dari PDB. 

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga 13 Desember lalu, realisasi defisit sedikit membaik menjadi 2,21% terhadap PDB. 

“Kita melihat di dua minggu pertama Desember ini ada perbaikan tren penerimaan, terutama dari sektor riil, sehingga defisit diharapkan kembali mendekat ke arah target 2,2%, bukan ke arah 2,3%,” ujar dia dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (19/12). 

Baca Juga: Utang luar negeri Indonesia naik 11,9% yoy pada Oktober 2019

Kendati terjadi pelebaran defisit anggaran, Sri Mulyani memastikan, pemerintah telah melakukan strategi pembiayaan untuk mengantisipasi hal tersebut, termasuk strategi front-loading sejak awal tahun. 

“Kebijakan front-loading dari sisi pembiayaan ini cukup bagus untuk menjaga APBN kita di tengah ketidakpastian, terutama yang bersumber dari sentimen global,” tandasnya. 

Baca Juga: Tutup defisit APBN 2020, pemerintah tarik utang Rp 735,52 triliun tahun depan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×