kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Darmin: Tak ada cerita perubahan ketimpangan besar


Kamis, 04 Januari 2018 / 15:59 WIB
Darmin: Tak ada cerita perubahan ketimpangan besar


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

Darmin mengatakan, meski pemerintah sudah menyusun pemerataan ekonomi, ia tak menampik bahwa realisasinya terlihat pelan.” Banyak yang salah kaprah selama puluhan tahun ini. Bagaimana perbaikinya? Pelan-pelan,” kata Darmin.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menggenjot ekonomi berbasis produksi rakyat dengan perhutanan sosial yang ada di beberapa lokasi. Adapun pemerintah telah menyelesaikan sertifikasi tanah hampir sesuai dengan targetnya.

“Yang memang belum adalah transmigrasi dan redistribusi lahan yang mau di-enforce ke perkebunan besar terutama kelapa sawit. Dia itu termasuk konsolidasi lahan. Kami percaya itu sudah akan berjalan di 2018. Maka pemerataan dan tingkat kemiskinan akan membaik dan membaik lagi,” jelasnya.

Bhima menyatakan, sudah ada terobosan penting di era Jokowi khususnya reforma agraria dan pembangunan infrastruktur di Indonesia timur.

Ini bisa jadi solusi mereduksi ketimpangan struktural. Oleh karena itu, agar sasaran pembangunan ekonomi tepat, pemerintah perlu fokus ke pembangunan ekonomi berbasis produksi rakyat.

“Misalnya instrumen dana desa lebih didominasi oleh BUMdes, infrastruktur padat karya dan pengelolaan lahan reforma agraria secara berkelanjutan,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×