kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Darmin: Ekonomi Indonesia tidak overheating


Jumat, 31 Agustus 2012 / 11:01 WIB
ILUSTRASI. Pada libur Idul Adha kali perjalanan di wilayah aglomerasi khusus hanya untuk kegiatan esensial dan sektor kritikal. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution menilai saat ini perekonomian Indonesia tidak berpotensi mengalami overheating atau terlalu panas.

"Saya melihat tidak ada overheating di perekonomian kita karena di dalamnya sudah ada keseimbangan internal," katanya saat peluncuran dan diskusi buku Bank Indonesia-ISEI berjudul Koordinasi dan Interaksi Kebijakan Fiskal-Moneter: Tantangan ke Depan, di Jakarta, Jumat (31/8).

Ia menambahkan, keseimbangan internal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang bagus, inflasi yang rendah, serta defisit fiskal yang masih rendah.

"Saya rasa hal-hal yang tadi itu merupakan indikator utama dari keseimbangan internal yang menyebabkan perekonomian kita tidak memiliki potensi untuk mengalami overheating," jelasnya.

Walaupun begitu, Indonesia patut waspada terutama dengan struktur industri yang belum dapat menghadapi dinamika pergerakan ekonomi Indonesia.

"Industri masih lemah dalam menghasilkan bahan baku dan modal sehingga ketika perekonomian tumbuh permintaan impor menjadi besar. Kebetulan ekspor pun merosot dikarenakan perekonomian global yang cenderung berfluktuasi," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×