kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

SBY: Suara Indonesia semakin didengar dunia


Kamis, 16 Agustus 2012 / 10:54 WIB
ILUSTRASI. Google Drive for Desktop akan segera rilis, bakal gantikan Backup and Sync


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan, posisi Indonesia di mata dunia internasional lambat laun semakin diperhitungkan. Suara Indonesia semakin didengar.

"Atas berbagai permasalahan dunia, semakin sering kita dimintai pendapat; “What does Indonesia think?”," kata SBY dalam pidato kenegaraan di gedung MPR/DPR/DPD, Kamis (16/8).

Dengan kata lain, hal ini membuktikan, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, Indonesia dapat berdiri tegak di kancah internasional. SBY menuturkan, 14 tahun lalu di saat Indonesia terkena hantaman krisis, Badan Moneter Internasional (IMF) datang memberikan pinjaman dengan persyaratan yang justru menambah kesulitan perekonomian.

"Kini di saat ekonomi negeri kita terus tumbuh, IMF datang bukan menawarkan pinjaman, tetapi untuk berkonsultasi dan bertukar pikiran dengan Indonesia dalam mengatasi krisis global," katanya.

Sebagai salah satu anggota di G-20, Indonesia senantiasa memberikan dukungan untuk mencapai pertumbuhan global yang makin kuat, berimbang, inklusif, dan berkelanjutan. SBY menegaskan Indonesia mendorong koordinasi G-20 bagi terciptanya keamanan pangan dan energi, pembanginan infrastrktur, proteksi sosial, financial inclusion, perdagangan yang adil, dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, dalam menyikapi krisis ekonomi global dalam kerangka G-20, Indonesia mendorong adanya keterkaitan di tiga arena di lingkup nasional, kawasan, dan global. Dalam lingkup nasional, masing-masing negara harus berupaya menyehatkan pereonomiannya. Di kawasan zona Eropa, Indonesia mendorong segera terdapat solusi dalam mengatasi krisis ekonomi.

SBY juga menjelaskan, di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur diharapkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam lingkup global, diperlukan kerjasama kolektif, kebijkan yang tepat, didorong oleh perdagangan dan investasi, serta penguatan sektor keuangan secara seksama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×