kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 225 Triliun, Serap 37.833 Pekerja


Senin, 13 Juli 2026 / 20:04 WIB
Danantara Garap 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 225 Triliun, Serap 37.833 Pekerja
ILUSTRASI. BP BUMN bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mempercepat pengembangan 26 proyek hilirisasi (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah mempercepat pengembangan 26 proyek hilirisasi di berbagai sektor komoditas dengan total nilai investasi mencapai Rp 225 triliun.

Langkah akselerasi investasi berskala besar tersebut ditargetkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian nasional, termasuk melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, puluhan proyek hilirisasi yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia itu diproyeksikan dapat menyerap hingga 37.833 tenaga kerja.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa program hilirisasi harus mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional. Menurutnya, pengembangan industri hilir menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Baca Juga: Prabowo Belum Terima Usulan Nama Jampidsus Baru Pengganti Febri Ardiansyah

Dia menekankan pentingnya penciptaan nilai tambah domestik agar manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam tidak mengalir ke luar negeri.

“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” dalam keterangan resmi, Senin (13/7/2026).

Secara rinci, proyek-proyek tersebut dibagi ke dalam dua tahap pengembangan. Fase I mencakup enam proyek prioritas yang tersebar di 13 lokasi dengan total investasi sebesar Rp 109 triliun. Tahap ini diperkirakan mampu menyerap 11.456 tenaga kerja.

Sementara itu, Fase II meliputi 10 proyek di 13 lokasi lainnya dengan nilai investasi mencapai Rp 116 triliun. Pada fase kedua ini, jumlah tenaga kerja yang terserap diperkirakan mencapai 26.377 orang.

Baca Juga: Purbaya: Rating BBB dari S&P Bukti Kebijakan Ekonomi RI Tetap Kredibel

Portofolio hilirisasi yang dikembangkan BP BUMN dan Danantara mencakup berbagai sektor strategis. Di bidang pertambangan, proyek yang digarap meliputi pembangunan smelter aluminium, industri baja nirkarat, serta pengolahan tembaga.

Selain sektor pertambangan, investasi juga diarahkan ke sektor energi dan pangan. Sejumlah proyek yang masuk dalam daftar pengembangan antara lain pembangunan fasilitas bioavtur dan bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, hingga pengembangan peternakan ayam terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×