kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Purbaya: Rating BBB dari S&P Bukti Kebijakan Ekonomi RI Tetap Kredibel


Senin, 13 Juli 2026 / 19:32 WIB
Purbaya: Rating BBB dari S&P Bukti Kebijakan Ekonomi RI Tetap Kredibel
ILUSTRASI. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings kembali mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.

Afirmasi tersebut menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia di level investment grade mencerminkan kredibilitas arah kebijakan ekonomi nasional yang tetap terjaga.

Baca Juga: Pembahasan 400 DIM RUU PFII Dikebut, Pemerintah Targetkan Rampung 21 Juli 2026

"Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan," ujar Purbaya dalam keterangannya, Senin (13/7).

Purbaya menilai keputusan tersebut juga menjadi pengakuan atas konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus melanjutkan agenda reformasi struktural.

Menurut S&P, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski dunia masih dibayangi tingginya suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, ketegangan geopolitik, serta fluktuasi harga energi dan komoditas.

Lembaga pemeringkat itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada di kisaran 5% dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk 2026, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,1%.

Proyeksi tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,6% secara tahunan (year on year/yoy), didukung kuatnya permintaan domestik dan meningkatnya aktivitas investasi. Pendapatan per kapita Indonesia juga diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$ 5.200 pada tahun ini.

Disiplin Fiskal jadi Jangkar

S&P juga memberikan penilaian positif terhadap komitmen pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Komitmen tersebut dinilai menjadi policy anchor yang memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia.

Baca Juga: Bulog: Peluncuran Beras Kita Menunggu Persetujuan dari Rakortas

Selain itu, S&P mencatat penerimaan negara mulai menunjukkan pemulihan. Pada semester I-2026, pendapatan negara tumbuh sekitar 21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang penguatan administrasi perpajakan, meningkatnya kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), khususnya dari sektor sumber daya alam.

Untuk menjaga kualitas APBN, pemerintah akan terus memperkuat penerimaan perpajakan dan PNBP, meningkatkan kepatuhan serta digitalisasi administrasi perpajakan, mengoptimalkan penerimaan sektor mineral dan sumber daya alam, meningkatkan efektivitas belanja negara, serta mengelola pembiayaan secara efisien dengan tetap mengendalikan risiko utang.

S&P juga menilai membaiknya penerimaan negara dan moderasi biaya pembiayaan akan memperluas ruang fiskal pemerintah ke depan.

Reformasi struktural dinilai positif

Di sisi lain, S&P memandang berbagai reformasi struktural yang tengah dijalankan pemerintah akan memperkuat prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.

Kebijakan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, penguatan tata kelola sektor mineral dan komoditas strategis, hingga optimalisasi pengelolaan aset negara dinilai mampu meningkatkan nilai tambah domestik, memperbesar penerimaan negara, serta memperkuat ekspor.

S&P juga menilai penguatan peran Danantara dan kebijakan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, memperkuat transparansi, mengurangi kebocoran ekonomi, serta mendukung pembiayaan investasi di sektor-sektor strategis.

Purbaya menegaskan pemerintah akan memastikan seluruh agenda reformasi tersebut dijalankan secara transparan, akuntabel, dan didukung komunikasi kebijakan yang konsisten guna menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor.

Di sektor eksternal, S&P juga menilai Bank Indonesia memiliki independensi operasional dan instrumen kebijakan yang memadai untuk menjaga stabilitas moneter dan pasar keuangan. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas sektor keuangan lainnya akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar, kecukupan cadangan devisa, likuiditas pasar keuangan, serta kepercayaan investor.

Pemerintah optimistis kombinasi fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal, reformasi struktural yang berkelanjutan, serta koordinasi kebijakan yang erat akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.

Afirmasi peringkat kredit tersebut juga dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi yang tetap kredibel dan prospektif di kawasan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga: Bulog Libatkan Swasta untuk Giling 2 Juta Ton Beras CBP Jadi Beras Premium

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×