kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Danantara Buka Peluang Investasi di Bursa Saham RI


Kamis, 16 Oktober 2025 / 18:13 WIB
Danantara Buka Peluang Investasi di Bursa Saham RI
ILUSTRASI. Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Patria Sjahrir bersama Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani (kiri) di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta (24/2/2025). CIO Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk masuk ke pasar saham Indonesia.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir mengungkapkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Pandu saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10).

Pandu menjelaskan, langkah ini diperlukan sebab Danantara membutuhkan market yang sangat liquid, apalagi Danantara Investment Management hanya punya waktu dua bulan untuk melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Pasar Domestik Masih Kontraksi, Kinerja Emiten Semen Terancam Menyusut

"Kebetulan kita hanya punya waktu dua bulan, salah satunya memang yang paling cepat kita harus cari market yang paling liquid salah satunya di pasar bond, bond market. Kita pengen di public market equity," ujar Pandu.

Meski demikian, Pandu mengungkapkan, untuk masuk market equity tersebut diperlukan adanya peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar saham tanah air. Di mana, saat ini RNTH Indonesia baru sekitar US$ 1 miliar.

"Tapi equity itu perlu likuiditas yang lebih banyak, tadi saya sebutkan kita hanya US$ 1 miliar per hari itu harus ditingkatkan harus bisa US$ 5 miliar - US$ 8 miliar per hari. Sama, nggak boleh kalah juga dengan India contohnya. Jadi ini salah satu yang perlu kita fokuskan, bagaimana memperdalam pasar modal di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: WIKA Kantongi Kontrak Baru Rp6,19 Triliun per September 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×