kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.807   31,00   0,18%
  • IDX 8.372   139,76   1,70%
  • KOMPAS100 1.168   28,73   2,52%
  • LQ45 835   21,98   2,70%
  • ISSI 301   5,22   1,77%
  • IDX30 431   9,83   2,33%
  • IDXHIDIV20 511   10,01   2,00%
  • IDX80 130   3,35   2,66%
  • IDXV30 139   2,55   1,87%
  • IDXQ30 139   3,31   2,44%

Dana Bansos Rp 600.000 Masuk Rekening Februari, Begini Cara Ceknya


Jumat, 30 Januari 2026 / 05:47 WIB
Dana Bansos Rp 600.000 Masuk Rekening Februari, Begini Cara Ceknya
ILUSTRASI. Bansos PKH dan BPNT total Rp 600.000 cair Februari 2026. Segera cek apakah Anda termasuk 18 juta KPM yang berhak menerima bantuan ini.(KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Indonesia pada Februari 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin dan rentan miskin, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada periode ini, bansos yang disalurkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 1 tahun 2026.

Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat PKH dan BPNT pada tahap pertama tahun ini mencapai sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Lantas, berapa besaran bantuan sosial yang diterima masyarakat?

BPNT

Kemensos mengonfirmasi bahwa bantuan BPNT pada 2026 diberikan sebesar Rp 200.000 per bulan untuk setiap KPM, dikutip dari Kompas TV, Kamis (29/1/2026).

Dengan demikian, total bantuan yang diterima dalam satu tahap penyaluran, yakni periode Januari–Maret 2026, mencapai Rp 600.000 per KPM.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Seret di Awal Tahun, Januari 2026 Berisiko Kontraksi

PKH

Sementara itu, besaran bantuan PKH diberikan berdasarkan kategori penerima, seperti ibu hamil, anak usia dini, pelajar SD hingga SMA, lanjut usia di atas 60 tahun, serta penyandang disabilitas berat.

Bantuan PKH dicairkan setiap tiga bulan dengan nominal yang bervariasi, berkisar antara Rp 225.000 hingga Rp 750.000 per tahap.

Rincian besaran bantuan PKH per kategori adalah sebagai berikut:

  • Ibu hamil: Rp 750.000 per tiga bulan
  • Anak usia 0–6 tahun: Rp 750.000 per tiga bulan
  • Siswa SD: Rp 225.000 per tiga bulan
  • Siswa SMP: Rp 375.000 per tiga bulan
  • Siswa SMA: Rp 500.000 per tiga bulan
  • Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp 600.000 per tiga bulan
  • Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000 per tiga bulan

Adapun mekanisme penyaluran bansos masih dilakukan melalui dua jalur, yakni bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Belum Juga Cair?

Cara cek penerima bansos

Masyarakat yang ingin mengetahui apakah terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT tahap 1 2026 dapat melakukan pengecekan secara mandiri menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui laman resmi Kemensos.

Langkah-langkah pengecekan sebagai berikut:

  • Buka laman cekbansos.kemensos.go.id
  • Masukkan alamat lengkap sesuai KTP (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan)
  • Ketik nama lengkap sesuai KTP
  • Masukkan kode captcha yang muncul di layar
  • Klik tombol “Cari Data”

Sistem akan menampilkan informasi apakah nama yang bersangkutan terdaftar sebagai penerima bantuan atau tidak.

Sebagai informasi, penyaluran PKH akan dilakukan secara bertahap sesuai kategori penerima, sedangkan BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warong yang telah ditentukan.

Penerima bantuan bisa berubah

Lebih lanjut, Kemensos menegaskan, daftar penerima bansos reguler, baik PKH maupun BPNT, bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan, proses penyaluran saat ini sudah berjalan dan akan kembali dievaluasi pada April 2026.

“Nanti bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar karena datanya dinamis dan terus diperbarui. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM. Jadi kalau ada yang keluar, berarti ada yang masuk sesuai alokasi yang ada,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Menurut Saifullah, perubahan data penerima bansos tidak terlepas dari dinamika sosial di masyarakat, seperti kelahiran, kematian, perpindahan domisili, pernikahan, hingga perubahan kondisi ekonomi keluarga.

Tonton: PT Pos Bakal Jadi Induk Penggabungan BUMN Logistik, Ditarget Rampung Tahun Ini

Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap perubahan dilakukan melalui mekanisme yang ketat.

Adapun verifikasi dan validasi data dilakukan secara berlapis oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.

“Dengan data yang dinamis ini, bisa saja seseorang menerima bansos di triwulan pertama, kemudian tidak menerima di triwulan kedua atau ketiga, lalu kembali menerima di triwulan berikutnya. Data terus bergerak karena setiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah, menikah, naik kelas ekonomi, atau justru turun kelas,” jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Bansos PKH dan BPNT Cair Februari 2026, Ini Besaran dan Cara Cek Penerimanya"

Selanjutnya: Netflix Punya 7 Serial Remaja Barat, Siapkah Kamu Hadapi Dramanya?

Menarik Dibaca: Netflix Punya 7 Serial Remaja Barat, Siapkah Kamu Hadapi Dramanya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×