kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Dana Asing Keluar Hingga US$ 5,26 Miliar, BI Sebut Intervensi Pakai Cadangan Devisa


Rabu, 22 Oktober 2025 / 16:00 WIB
Dana Asing Keluar Hingga US$ 5,26 Miliar, BI Sebut Intervensi Pakai Cadangan Devisa
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen sebagai upaya menjaga prakiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, aliran modal asing tercatat keluar atau net outflow sebesar 5,26 miliar Sejak September 2025 hingga 20 Oktober 2025.

Gubernur Bank Indoensia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, kondisi tersebut mengharuskan BI melakukan intervensi dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Sejak September 2025 hingga 20 Oktober 2025, investasi portofolio tercatat net outflows sebesar US$ 5,26 miliar yang mengharuskan BI untuk melakukan intervensi,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga: Purbaya: Minat Beli Investor Global Membaik, Tak Lama Lagi Asing Banyak Masuk ke RI

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti  mengungkapkan, keluarnya aliran modal asing tersebutlah yang pada akhirnya membuat cadangan devisa Indonesia terus mengalami penurunan saat ini,

“Kalau kita lihat dalam 2 bulan terakhir ini karena outflow yang begitu besar, sehingga menyebabkan kita harus menggunakan cadangan divisa kita untuk melakukan intervensi, termasuk juga adanya pembayaran untuk dividen, repatriasi dan juga untuk pinjaman,” tutur Destry.

Baca Juga: Dana Asing Rp 9,76 Triliun Hengkang dari Pasar Keuangan di Pekan Pertama Oktober 2025

Sebagaimana diketahui, cadangan devisa pada akhir September 2025hanya mencapai US$ 148,7 miliar, atau turun dari Agustus 2025 yang sebesar US$ 150,7 miliar.

Baca Juga: BI Catat Aliran Modal Asing Hengkang Rp 16,61 Triliun Periode 13-16 Oktober 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×