kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.077   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.441   52,72   0,98%
  • KOMPAS100 705   8,05   1,16%
  • LQ45 549   4,21   0,77%
  • ISSI 186   3,01   1,64%
  • IDX30 306   1,07   0,35%
  • IDXHIDIV20 403   3,26   0,81%
  • IDX80 81   0,78   0,97%
  • IDXV30 112   1,76   1,59%
  • IDXQ30 102   0,46   0,45%

Dampak El-Nino, Pendapatan Petani Diprediksi Turun Sampai 25%


Senin, 21 Agustus 2023 / 14:34 WIB
Dampak El-Nino, Pendapatan Petani Diprediksi Turun Sampai 25%
ILUSTRASI. Petani memotong sisa padi di lahan pertanian yang kering. Kemarau panjang atau El Nino berpotensi menurunkan pendapatan petani.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemarau panjang atau El Nino berpotensi menurunkan pendapatan petani.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Manoarfa menghitung, El Nino membuat pendapatan petani bisa turun 9%-25% lantaran ada penurunan produksi pertanian.

" Badan Pangan Dunia (FAO) memproyeksikan potensi penurunan produksi pertanian di Indonesia karena El Nino mencapai 1,13 juta -1,89 juta ton sehingga akan menurunkan pendapatan petani 9%-25%," kata Suharso dalam Dialog Antisipasi Dampak Perubahan Iklim, Senin (21/8).

Suharso menyebutkan, anomali cuaca ini merupakan salah satu dari dampakm perubahan iklim akibat pemanasan global. Salah satu dampaknya terhadap sektor pertanian adalah periode ulang variasi iklim menjadi lebih singkat.

"El-Nino yang mestinya terjadi setiap 3 tahun-7 tahun sekali, sekarang menjadi lebih singkat 2 tahun-5 tahun sekali," kata Suharso.

Baca Juga: Bappenas: Dampak Perubahan Iklim Berpotensi Merugikan Ekonomi Rp 544 Triliun

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak fenomena El-Nino masih akan terjadi sampai dengan Oktober 2023 mendatang. Dus, pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi utamanya terkait dengan ketersediaan pangan.

Sebab, beberapa wilayah yang terkena dampak parah el-nino ini akan memicu kekeringan hingga gagal panen total di sektor pertanian.

BMKG menyebut terdapat 7 wilayah di Indonesia yang terancam kekeringan ekstrem karena dampak dari fenomena El-Nino atau kemarau panjang.

Aapun sejumlah daerah yang akan terdampak diantaranya adalah Sumatra bagian tengah hingga selatan, Riau bagian Selatan, Jambi, Lampung, Banten hingga Jawa Barat.

Baca Juga: Bulog Tetap Berusaha Realisasikan Target Impor Beras 2,3 Juta Ton Hingga Akhir Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×