kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Daerah Wajib Sediakan Alokasi Khusus untuk UMKM


Selasa, 15 September 2009 / 12:55 WIB


Reporter: Martina Prianti |

JAKARTA. Pemerintah meminta, bagi daerah yang berminat membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerahnya diwajibkan untuk menyediakan lokasi khusus bagi usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi (UMKM).

Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susantono mengatakan, alokasi lahan itu baik UMKM sebagai pelaku usaha maupun pendukung kegiatan perusahaan yang ada di kawasan itu. "Kita berikan sesuatu yang khusus bagi UMKM," ujar dia.

Bambang menjelaskan, tujuan dari pengalokasian itu sebagai jembatan penyambung antara perajin dan industri usaha kecil menengan lainnya dengan kawasan ekonomi khusus.

Hal itu terkait harapan pemerintah kalau pelaku UMKM juga dapat berkembang dan menjadi salah penyokong pertumbuhan ekonomi. "Kita tidak ingin membatasi. Mereka tetap akan dapat berbagai kemudahan dari KEK ini," sambungnya.

RUU KEK menyebutkan, di dalam daerah KEK dapat dibentuk sejumlah zona. Yakni pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan tekhnologi, pariwisata, energi dan atau ekonomi lainnya. "Kita berikan pemihakan tersendiri bagi UMKM," sambungnya.

Menurut Bambang saat ini sudah ada 22 daerah yang mengajukan proposal kawasan ekonomi khusus. Namun sampai sekarang masih belum ada satu pun yang disetujui.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×