kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

CORE: Peningkatan optimisme masyarakat bulan November didorong oleh promo akhir tahun


Kamis, 05 Desember 2019 / 21:55 WIB
CORE: Peningkatan optimisme masyarakat bulan November didorong oleh promo akhir tahun
ILUSTRASI. Pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat, Minggu (27/10). Menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jumlah pengunjung mal rata-rata di Indonesia sekitar 30.000 sampai 50.000 orang/hari dan meningkat menjadi 60.000 bahkan 100.000

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian Indonesia pada November 2019 meningkat. Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan tersebut adalah sebesar 124,2 atau meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 118,4.

Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy melihat bahwa kenaikan optimisme masyarakat ini sejalan dengan data Purchasing Managers' Index (PMI) yang menunjukkan peningkatan meski masih menorehkan kinerja yang buruk.

Baca Juga: Kredit produktif bank menengah tumbuh mekar

Namun, Yusuf melihat bahwa masih adanya permintaan dan ini sejalan dengan pola musiman menjelang akhir tahun. Peningkatan kepercayaan masyarakat untuk belanja di akhir tahun ini biasanya didorong oleh banyaknya promo menjelang akhir tahun.

"Diskon ini ita lihat sebagai hal yang positif karena akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan optimisme masyarakat," ujar Yusuf kepada Kontan.co.id, Kamis (5/12).

Selain itu, BI juga mencatat persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini pada November 2019 menguat dari bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi saat Ini (IKE) pada November yang naik 4,5 poin menjadi 109,3.

Baca Juga: Bank Muamalat gandeng INACOM sediakan fasilitas hedging syariah pertama di Indonesia

Peningkatan IKE ini didorong oleh kenaikan seluruh komponen indeks penyusunan dan kenaikan tertinggi ada pada indeks ketersediaan lapangan kerja, yaitu sebesar 5,1 poin dari Oktober 2019 yang sebesar 89,4 menjadi 94,5.

Menurut Yusuf, selain karena dibukanya tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, ini juga disebabkan oleh peningkatan kepercayaan dari masyarakat menengah atas karena adanya pola window dressing.

"Kebanyakan masyarakat kelas atas ini percaya bahwa mereka sekarang masuk ke market, dan nanti pada kuartal pertama pada tahun depan bisa meningkat pendapatnya karena mereka menjualnya," tandas Yusuf.




TERBARU

Close [X]
×