kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Chile janjikan aturan yang lebih atraktif untuk investor Indonesia


Selasa, 26 November 2019 / 17:40 WIB
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga memberi sambutan saat membuka Chile Day Business Opportunites of Chile - Indonesia, Selasa (26/11). 


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Chile membahas pemanfaatan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia Chile (IC CEPA). Tidak hanya perdagangan yang akan dimanfaatkan oleh kedua negara. Investasi pun menjadi bagian yang dibahas dalam kerja sama tersebut.

Salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan untuk investasi adalah mobil listrik. Wakil Menteri Perdagangan Chile Rodrigo Yanez mengatakan, Chile memiliki cadangan lithium yang besar.

Baca Juga: Kemendag berupaya tingkatkan akses pasar baja, tekstil, dan furnitur ke AS

"Kita bekerja keras untuk mengembangkan mobil listrik, kita memiliki salah satu cadangan lithium utama di dunia," ujar Yanez usai membuka Chile Day, Selasa (26/11).

Selain sektor mobil listrik, Chile juga terbuka terhadap investasi sektor infrastruktur. Yanez bilang Chile memiliki program miliaran dolar terkait dengan pembangunan infrastruktur. "Aturan akan lebih atraktif untuk investor asal Indonesia," terang Yanez. 

Menurut Yanez, adanya perjanjian IC CEPA bisa menjadi kesempatan untuk berinvestasi dengan membuka basis industri di Chile. Sementara itu bisa menggunakan komponen dari Indonesia.

Baca Juga: Hadapi tujuh kasus anti subsidi, Indonesia terancam kehilangan ekspor US$ 1,25 miliar

Selain itu ia juga mengungkapkan Chile memiliki industri energi terbarukan kelas dunia. Hal itu dapat memberikan masukan bagi Indonesia yang tengah mengembangkan energi baru terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×