kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.153   -6,00   -0,03%
  • IDX 5.097   39,78   0,79%
  • KOMPAS100 657   5,57   0,85%
  • LQ45 518   2,72   0,53%
  • ISSI 170   0,84   0,50%
  • IDX30 291   1,43   0,49%
  • IDXHIDIV20 391   -0,27   -0,07%
  • IDX80 76   0,57   0,76%
  • IDXV30 109   -0,28   -0,25%
  • IDXQ30 97   -0,51   -0,52%

Chatib Basri ungkap dampak virus corona ke pertumbuhan ekonomi Indonesia


Selasa, 18 Februari 2020 / 19:38 WIB
ILUSTRASI. Mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri.


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengungkap dampak virus corona baru (Covid-19) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia berpendapat, penyebaran virus ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berada di bawah 5%.

Dia mengakui belum bisa memproyeksi kapan penurunan pertumbuhan tersebut akan terjadi ke Indonesia. Namun, dia mengatakan, kasus virus SARS yang terjadi belasan tahun lalu bisa diambil sebagai gambaran.

Baca Juga: Ekonom: Ekspor-impor turun, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa 5%, asal...

Menurut Chatib, di kuartal I-2003, pertumbuhan ekonomi China menurun menjadi 9% dari sebelumnya yang mencapai 11%. Di kuartal berikutnya, ekonomi China kembali tumbuh menjadi 10%, dan kembali stabil di kuartaI III dan IV.

Dengan pola tersebut, dia melihat pertumbuhan ekonomi China secara keseluruhan mengalami penurunan hingga 1% akibat SARS. Sementara, setiap penurunan pertumbuhan ekonomi China sebesar 1%, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,1% hingga 0,3%.

"Kalau China turun 1%, mungkin pertumbuhan kita bisa turun 0,1%-0,3%. Jadi kalau angka [pertumbuhan ekonomi] terakhir 5%, bisa jadi [pertumbuhan ekonomi 2020] di bawah 5%, bisa jadi kisarannya kira-kira 4,7%-4,9% kalau polanya sama seperti SARS," tutur Chatib, Selasa (18/2).

Sektor yang paling berpengaruh, lanjutnya, adalah sektor-sektor yang banyak berhubungan dengan perdagangan. Ini membuat ekspor dan impor terhambat.




TERBARU

[X]
×