kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.561   -149,24   -1,94%
  • KOMPAS100 1.055   -21,49   -2,00%
  • LQ45 774   -13,67   -1,74%
  • ISSI 266   -6,51   -2,39%
  • IDX30 410   -8,88   -2,12%
  • IDXHIDIV20 507   -8,87   -1,72%
  • IDX80 119   -2,51   -2,08%
  • IDXV30 137   -2,28   -1,64%
  • IDXQ30 133   -2,55   -1,88%

Celios Menilai Proyek Energi Sampah hingga Kampung Haji Bisa Prospektif, Ini Sebabnya


Senin, 01 Desember 2025 / 20:18 WIB
Celios Menilai Proyek Energi Sampah hingga Kampung Haji Bisa Prospektif, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Gedung Wisma Danantara Indonesia di Jakarta, Selasa (8/7/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Danantara membeberkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 ke Komisi XI DPR secara tertutup, Senin (1/12/2025).

Agenda utama Danantara tahun depan, yakni investasi pada pembangkit listrik dari sampah (Waste to Energy/WtE) dan pembangunan Kampung Haji di Makkah dinilai prospektif namun sarat tantangan.

Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda mengatakan kedua proyek tersebut, jika dirancang dengan tepat, bisa mendatangkan manfaat material maupun non-material.

Pada proyek PLTSa, Huda menekankan Danantara harus berhitung cermat mengenai biaya yang akan ditanggung oleh PT PLN.

Baca Juga: Proyek Danatara Seperti Proyek Sampah dan Kampung Haji Dinilai Tak Beri Return Baik

"Secara biaya, ada proses pemilahan (sampah) yang akan menjadi beban bagi PLN ataupun dialihkan ke pihak swasta, tentu akan ada biaya yang cukup tinggi," ujar dia kepada KONTAN, Senin (1/12/2025).

Huda juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam memilah sampah yang bisa membebani operasional PLTSa. Selain itu, emisi yang dihasilkan oleh PLTSa juga harus dihitung sebagai biaya sosial yang ditimbulkan.

"Tapi jika tujuannya adalah untuk mengelola persampahan dalam negeri menjadi lebih baik, tentu pembangunan PLTSa bisa diunggulkan," pendapat Huda.

Sementara itu, rencana pembangunan Kampung Haji, Huda menilai proyek ini dilihat dari perspektif keberlanjutan. Proyek tersebut tidak boleh hanya dimanfaatkan saat momen haji saja, tetapi juga harus bisa menampung dan dimanfaatkan untuk jamaah umrah. "Untuk bisa menampung lebih banyak dan mendatangkan manfaat maka infrastruktur harus disiapkan," jelas dia.

Baca Juga: Empat Proyek Strategis yang Masuk Radar Investasi Danantara pada 2026

Dengan proyeksi yang matang, kata Huda, kedua proyek tersebut dinilai bisa menjadi prospektif ke depan. Di samping itu, Huda menambahkan, kewajiban Danantara untuk membayar bunga dan pokok obligasi Patriot Bond dapat ditutupi dengan dividen tahunan Danantara.

"Soal Patriot bond, saya rasa bisa ditutupin dengan dividen Danantara per tahun," papar dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×